Cibinong, SuaraBotim.Com _ Kecamatan Bojonggede sabet beberapa penghargaan Kampung Ramah Lingkungan (KRL) pada gelaran acara Bogor Kabupaten Ramah Lingkungan. Kamis (5/12/24)
Camat Bojonggede Tenny Ramdhani mengucapkan, rasa bersyukur atas penghargaan yang diberikan kepada pemerintah Kecamatan Bojonggede.
“Alhamdulillah Kecamatan Bojonggede ini kali kedua mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor,” katanya kepda SuaraBotim.com di Lapangan Tegar Beriman. Kamis (5/12/24).
“Hampir semua desa ada KRL nya, yang mendapatkan penghargaan di berbagai kategori,” sambungnya.
Tenny juga mengatakan, dalam gelaran acara tersebut, Pemerintah Kabulaten Bogor mendapatkan penghargaan berupa rekor MURI yaitu Kampung Ramah Lingkungan (KRL) terbanyak.
“Ini merupakan kebanggaan dari kami tentunya, karena begitu banyak persoalan mengenai sampah dan mitigasi bencana yang kita lakukan di Kecamatan Bojonggede yang juga belum tuntas sampai saat ini,” paparnya.
“KRL juga bagian dari representasi masyarakat, untuk perduli kepada lingkungan maupun mitigasi terhadap bencana,” tambahnya.
Dirinya berharap, agar kedepannya KRL di wilayahnya bisa bertambah dan berkembang serta berkelanjutan untuk masa yang akan mendatang.
“Saya berharap kedepannya Kecamatan Bojonggede terutama KRL nya harus terus bertambah, berkembang dan yang paling penting itu bukan hadiah tetapi keberlanjutan yang paling utama untuk kita semua,” tuturnya.
Ditempat yang sama, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Achmad Fathoni mengucapkan, selamat kepada para pemenang penghargaan dalam gelaran acara tersebut.
“Selamat kepada temen-temen KRL bagi yang mendapatkan penghargaan maupun yang tidak, ini bagian dari suatu apresiasi, yang tidak mendapat penghargaan pun sudah mendapatkan dari lingkungan karena KRL ini sudah menjaga alam dan alam akan menjaga kita,” ujarnya.
saya harap hal seperti ini bisa terus ditingkatkan, saya sampaikan ke pak kadis, untuk kedepannya anggaran itu harus ditambah dua kali lipat, sehingga lebih banyak yang merasakan,” tutupnya.
(pandu maulana)







