Friday, April 24, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Pendidikan

Murid SDIT Asy-Syifa Qolbu Dinonaktifkan Karena Tunggakan SPP, Orang Tua Keberatan

by Asep Saepudin Sayyev
March 17, 2025
in Suara Pendidikan
0
Murid SDIT Asy-Syifa Qolbu Dinonaktifkan Karena Tunggakan SPP, Orang Tua Keberatan
Share on FacebookShare on Twitter

Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Salahsatu murid di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Asy-Syifa Qolbu dinonaktifkan dari kegiatan belajar mengajar karena menunggak pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan biaya daftar ulang. Perlu diketahui, SDIT Asy-Syifa Qolbu terletak di Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Orang tua dari siswa yang dinonaktifkan Yamti mengaku, telah berusaha mencari solusi dengan pihak sekolah. Namun, sekolah tetap bersikukuh meminta minimal 75% dari total tunggakan agar anaknya bisa kembali mengikuti kegiatan belajar.

READ ALSO

Peringati Hari Bumi, Solusi Bangun Indonesia Edukasi Siswa SD Cara Bijak Kelola Sampah

166 Sekolah Rakyat Beroperasi, Pemerintah Percepat Pembangunan Gedung Permanen dan Akreditasi

“Saya sudah beberapa kali ke sekolah, ketemu sama Bu Wulan katanya harus bayar 75%. Lalu saya ke Tata Usaha, juga tetap diminta 75%. Padahal pihak sekolah sudah pernah ke rumah melihat keadaan saya,” ungkapnya kepada SuaraBotim.Com melalui telepon seluler, Senin (17/3/25).

Yamti menambahkan, bahwa dirinya tidak menyepelekan kewajiban membayar SPP, namun saat ini kondisi ekonominya sedang sulit.

“Saya bawa uang satu juta ke sekolah, dan saya tanya anak saya bisa ikut KBM atau tidak. Saya bilang kalau bapaknya dapat THR, nanti kami bayar lagi. Tapi tetap tidak bisa. Malah saya disuruh tanda tangan pemberhentian, tapi saya tidak mau tanda tangan,” ucapnya.

Total tunggakan Yamti mencapai Rp11 juta lebih sampai bulan Juni, meskipun anaknya sudah tidak bersekolah sejak Februari 2024.

“Saya cuma ingin anak saya bisa ikut ujian dan lulus. Kalau ijazah mau ditahan karena belum bisa bayar, tidak apa-apa. Yang penting dia bisa ikut ujian,” ungkapnya.

Yamti kini masih berharap sekolah memberikan kebijakan yang lebih fleksibel agar anaknya bisa mengikuti ujian. Pasalnya, batas waktu pengajuan daftar ujian di sekolah tersebut adalah 20 Maret 2024.

“Setiap malam saya tidak bisa tidur memikirkan anak saya. Kasihan dia, sejak Februari terus bertanya ‘Mah, kapan aku bisa sekolah lagi?’,” tutupnya dengan nada sedih.

Menanggapi hal ini, Manager SDIT Asy-Syifa Qolbu, Abah Yayat menjelaskan, bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari sistem yang telah ditetapkan sekolah sejak awal.

“Setiap lembaga memiliki sistem. Saat pendaftaran, sudah ada perjanjian yang harus diikuti. Jadi kalau ada yang keluar atau dinonaktifkan, itu bukan keputusan sewenang-wenang, melainkan bagian dari aturan yang telah disepakati,” ujarnya.

Yayat mengungkapkan, bahwa total tunggakan orang tua siswa di sekolah ini mencapai hampir Rp500 juta. Kondisi ini menghambat operasional sekolah, termasuk pembayaran gaji guru dan peningkatan kualitas pendidikan.

“Kami melakukan identifikasi dan klarifikasi terhadap tunggakan yang ringan, sedang, dan berat. Kami juga sudah beberapa kali memberikan keringanan, bahkan membuat perjanjian bermaterai. Namun, banyak yang tidak menepati janji,” jelasnya.

Menurut Yayat, sekolah swasta memiliki konsekuensi finansial yang berbeda dibanding sekolah negeri.

“Kalau ingin pendidikan gratis, pemerintah sudah menyediakan sekolah negeri. Tapi jika memilih sekolah swasta, tentu ada konsekuensi yang harus dipahami,” tegasnya.

Hingga saat ini, belum ada titik temu antara pihak sekolah dan orang tua siswa terkait kebijakan pembayaran tunggakan ini.

(pandu)

Tags: SDIT Asy-Syifa Qolbu

Related Posts

Peringati Hari Bumi, Solusi Bangun Indonesia Edukasi Siswa SD Cara Bijak Kelola Sampah
Suara Pendidikan

Peringati Hari Bumi, Solusi Bangun Indonesia Edukasi Siswa SD Cara Bijak Kelola Sampah

April 24, 2026
166 Sekolah Rakyat Beroperasi, Pemerintah Percepat Pembangunan Gedung Permanen dan Akreditasi
Suara Pendidikan

166 Sekolah Rakyat Beroperasi, Pemerintah Percepat Pembangunan Gedung Permanen dan Akreditasi

April 24, 2026
Tingkatkan Mutu Kepsek dan Guru Sekolah Rakyat, Kemensos Berikan Pelatihan di Bogor
Suara Pendidikan

Tingkatkan Mutu Kepsek dan Guru Sekolah Rakyat, Kemensos Berikan Pelatihan di Bogor

April 24, 2026
‎Wakil Ketua DPRD Bogor Dukung Penerapan Pelajaran Sejarah dan Budaya Lokal di Sekolah
Suara Pendidikan

‎Wakil Ketua DPRD Bogor Dukung Penerapan Pelajaran Sejarah dan Budaya Lokal di Sekolah

April 21, 2026
Pemkab Bogor Siapkan Materi Digital Sejarah dan Seni Budaya Lokal untuk SD dan SMP
Suara Pendidikan

Pemkab Bogor Siapkan Materi Digital Sejarah dan Seni Budaya Lokal untuk SD dan SMP

April 21, 2026
Retret Ketua DPRD Se-Indonesia di Magelang, Sastra Winara: Perkuat Sinergi Pembangunan Nasional
Suara Pendidikan

Retret Ketua DPRD Se-Indonesia di Magelang, Sastra Winara: Perkuat Sinergi Pembangunan Nasional

April 17, 2026
Next Post
Ringankan Beban Masyarakat, Wakil Bupati Bogor Apresiasi Oprasi Pasar Bersubsidi

Ringankan Beban Masyarakat, Wakil Bupati Bogor Apresiasi Oprasi Pasar Bersubsidi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Anggaran 112 Miliar, Masjid Nurul Wathon Mampet karena Sampah Plastik???
  • Peringati Hari Bumi, Solusi Bangun Indonesia Edukasi Siswa SD Cara Bijak Kelola Sampah
  • 166 Sekolah Rakyat Beroperasi, Pemerintah Percepat Pembangunan Gedung Permanen dan Akreditasi
  • Tingkatkan Mutu Kepsek dan Guru Sekolah Rakyat, Kemensos Berikan Pelatihan di Bogor
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?