Wednesday, August 5, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Pendidikan

Murid SDIT Asy-Syifa Qolbu Dinonaktifkan Karena Tunggakan SPP, Orang Tua Keberatan

by Asep Saepudin Sayyev
March 17, 2025
in Suara Pendidikan
0
Murid SDIT Asy-Syifa Qolbu Dinonaktifkan Karena Tunggakan SPP, Orang Tua Keberatan
Share on FacebookShare on Twitter

Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Salahsatu murid di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Asy-Syifa Qolbu dinonaktifkan dari kegiatan belajar mengajar karena menunggak pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan biaya daftar ulang. Perlu diketahui, SDIT Asy-Syifa Qolbu terletak di Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Orang tua dari siswa yang dinonaktifkan Yamti mengaku, telah berusaha mencari solusi dengan pihak sekolah. Namun, sekolah tetap bersikukuh meminta minimal 75% dari total tunggakan agar anaknya bisa kembali mengikuti kegiatan belajar.

READ ALSO

‎Cegah Kekerasan dan Batasi Gadget di Madasrah, Ini Kata Dirjen Pendis!

‎Dirjen Pendis Sebut MTsN 3 Bogor Layak Jadi Role Model Madrasah Nasional

“Saya sudah beberapa kali ke sekolah, ketemu sama Bu Wulan katanya harus bayar 75%. Lalu saya ke Tata Usaha, juga tetap diminta 75%. Padahal pihak sekolah sudah pernah ke rumah melihat keadaan saya,” ungkapnya kepada SuaraBotim.Com melalui telepon seluler, Senin (17/3/25).

Yamti menambahkan, bahwa dirinya tidak menyepelekan kewajiban membayar SPP, namun saat ini kondisi ekonominya sedang sulit.

“Saya bawa uang satu juta ke sekolah, dan saya tanya anak saya bisa ikut KBM atau tidak. Saya bilang kalau bapaknya dapat THR, nanti kami bayar lagi. Tapi tetap tidak bisa. Malah saya disuruh tanda tangan pemberhentian, tapi saya tidak mau tanda tangan,” ucapnya.

Total tunggakan Yamti mencapai Rp11 juta lebih sampai bulan Juni, meskipun anaknya sudah tidak bersekolah sejak Februari 2024.

“Saya cuma ingin anak saya bisa ikut ujian dan lulus. Kalau ijazah mau ditahan karena belum bisa bayar, tidak apa-apa. Yang penting dia bisa ikut ujian,” ungkapnya.

Yamti kini masih berharap sekolah memberikan kebijakan yang lebih fleksibel agar anaknya bisa mengikuti ujian. Pasalnya, batas waktu pengajuan daftar ujian di sekolah tersebut adalah 20 Maret 2024.

“Setiap malam saya tidak bisa tidur memikirkan anak saya. Kasihan dia, sejak Februari terus bertanya ‘Mah, kapan aku bisa sekolah lagi?’,” tutupnya dengan nada sedih.

Menanggapi hal ini, Manager SDIT Asy-Syifa Qolbu, Abah Yayat menjelaskan, bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari sistem yang telah ditetapkan sekolah sejak awal.

“Setiap lembaga memiliki sistem. Saat pendaftaran, sudah ada perjanjian yang harus diikuti. Jadi kalau ada yang keluar atau dinonaktifkan, itu bukan keputusan sewenang-wenang, melainkan bagian dari aturan yang telah disepakati,” ujarnya.

Yayat mengungkapkan, bahwa total tunggakan orang tua siswa di sekolah ini mencapai hampir Rp500 juta. Kondisi ini menghambat operasional sekolah, termasuk pembayaran gaji guru dan peningkatan kualitas pendidikan.

“Kami melakukan identifikasi dan klarifikasi terhadap tunggakan yang ringan, sedang, dan berat. Kami juga sudah beberapa kali memberikan keringanan, bahkan membuat perjanjian bermaterai. Namun, banyak yang tidak menepati janji,” jelasnya.

Menurut Yayat, sekolah swasta memiliki konsekuensi finansial yang berbeda dibanding sekolah negeri.

“Kalau ingin pendidikan gratis, pemerintah sudah menyediakan sekolah negeri. Tapi jika memilih sekolah swasta, tentu ada konsekuensi yang harus dipahami,” tegasnya.

Hingga saat ini, belum ada titik temu antara pihak sekolah dan orang tua siswa terkait kebijakan pembayaran tunggakan ini.

(pandu)

Tags: SDIT Asy-Syifa Qolbu

Related Posts

‎Cegah Kekerasan dan Batasi Gadget di Madasrah, Ini Kata Dirjen Pendis!
Suara Pendidikan

‎Cegah Kekerasan dan Batasi Gadget di Madasrah, Ini Kata Dirjen Pendis!

July 29, 2026
‎Dirjen Pendis Sebut MTsN 3 Bogor Layak Jadi Role Model Madrasah Nasional
Suara Pendidikan

‎Dirjen Pendis Sebut MTsN 3 Bogor Layak Jadi Role Model Madrasah Nasional

July 29, 2026
Wabup Jaro Ade Ajak Siswa SMPN 3 Cileungsi Jauhi Tawuran dan Narkoba
Suara Pendidikan

Wabup Jaro Ade Ajak Siswa SMPN 3 Cileungsi Jauhi Tawuran dan Narkoba

July 27, 2026
Wabup Bogor Apresiasi Milad ke-30 Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido, Dorong Lahirnya Generasi Rabbani Berkualitas
Suara Pendidikan

Wabup Bogor Apresiasi Milad ke-30 Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido, Dorong Lahirnya Generasi Rabbani Berkualitas

July 20, 2026
‎Katar 19 Tlajung Udik Santuni Puluhan Yatim, Ketua BTJ: Jangan Biarkan Anak Putus Sekolah karena Ekonomi
Suara Pendidikan

‎Katar 19 Tlajung Udik Santuni Puluhan Yatim, Ketua BTJ: Jangan Biarkan Anak Putus Sekolah karena Ekonomi

July 19, 2026
DPRD Kabupaten Bogor Tinjau Perbaikan Ruang Kelas Rusak di SMPN 1 Klapanunggal
Suara Pendidikan

DPRD Kabupaten Bogor Tinjau Perbaikan Ruang Kelas Rusak di SMPN 1 Klapanunggal

July 18, 2026
Next Post
Ringankan Beban Masyarakat, Wakil Bupati Bogor Apresiasi Oprasi Pasar Bersubsidi

Ringankan Beban Masyarakat, Wakil Bupati Bogor Apresiasi Oprasi Pasar Bersubsidi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • ‎Merek Legendaris Lahir Kembali, SIG Resmikan Peluncuran Semen Kujang di Jawa Barat
  • ‎Sambut HUT RI ke-81 dan HUT PWRI ke-64, PWRI Kecamatan Jonggol Gelar Donor Darah dan Pengobatan Gratis
  • ‎Satpol PP Kabupaten Bogor Larang ‘Ngecrek’ di Jalan untuk Lomba 17 Agustus, Ini Alasannya!
  • ‎Pemkab Bogor Bagikan Bendera Merah Putih untuk Warga Kurang Mampu di Pelosok
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?