Klapanunggal, SuaraBotim.Com – Yayasan Al Kautsar Klapanunggal menggelar sosialisasi Program Makanan Bergizi Nasional (MBG) di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, pada Minggu (11/5/2025).
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari DPR RI dan DPRD Kabupaten Bogor, sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi program nasional yang digagas pemerintah.
Ketua Yayasan Al Kautsar Klapanunggal, Nanang mengungkapkan, bahwa program ini sebenarnya sudah disosialisasikan ke sekolah-sekolah melalui pengurus K3S, namun pelaksanaannya masih belum maksimal.
“Program ini sudah mulai digaungkan oleh pemerintah. Supaya masyarakat Klapanunggal merasakan langsung manfaatnya, kami bekerja sama dengan dewan pusat, Pak Achmad Ru’yat, yang memfasilitasi sosialisasi ini bahkan menghadirkan langsung perwakilan dari Badan Gizi Nasional (BGN),” ujarnya kepada SuaraBotim.Com.
Nanang menambahkan bahwa untuk mempercepat realisasi program tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Dewan Pusat yang diwakili oleh Achmad Ru’yat.
“Alhamdulillah, Pak Achmad Ru’yat memfasilitasi sosialisasi ini, bahkan menghadirkan langsung pihak dari Badan Gizi Nasional. Harapannya, program ini dapat segera berjalan di Klapanunggal,” jelasnya.
Tak hanya itu, dalam acara ini juga hadir perwakilan dari Sukabumi, daerah yang telah lebih dulu menjalankan program MBG. Mereka berbagi pengalaman sekaligus melakukan audiensi untuk memastikan keberlanjutan program ini di daerah lainnya.
Sementara, Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat menegaskan, bahwa program makanan bergizi ini merupakan bagian dari janji kampanye Presiden Prabowo Subianto yang masuk dalam delapan program utama (Astacita).
“Program ini prioritas nasional, namun memang masih ada kendala yang harus dievaluasi. Dari total anggaran Rp71 triliun yang disiapkan untuk tahun 2025, realisasi anggarannya baru terserap 3,36 persen. Artinya, masih banyak daerah yang belum sepenuhnya merasakan manfaat program MBG ini,” paparnya.
“Badan Gizi Nasional sudah mempresentasikan target pencapaian hingga November mendatang. Kami di DPR RI siap mengawal agar program ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat bawah,” tambahnya.
Selain itu, Sementara itu, perwakilan BGN, Risma Nurisa Brahmani, menyebutkan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kualitas SDM Indonesia melalui perbaikan gizi.
“Di setiap dapur MBG, makanan dipantau langsung oleh ahli gizi. Menu setiap hari berbeda-beda dengan komposisi gizi yang disesuaikan, baik untuk anak SD maupun SMA. Mulai dari nasi, lauk, sayur, buah, susu, semuanya ditakar sesuai kebutuhan kalori harian anak-anak,” jelas Risma.
“Setiap porsi ditimbang, agar nilai gizi sesuai standar yang ditetapkan. Ini penting untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan yang seimbang demi mendukung tumbuh kembang yang optimal,” tutupnya.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan Program Makanan Bergizi Nasional dapat segera terealisasi di Kecamatan Klapanunggal, sehingga anak-anak di wilayah ini mendapatkan asupan gizi yang baik demi masa depan yang lebih sehat, kuat, dan berprestasi.
(Pandu)







