Cibinong, SuaraBotim.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengalokasikan anggaran sebesar Rp104 miliar untuk proyek pengecoran jalan tambang di wilayah Parung Panjang. Proyek ini akan mencakup perbaikan tujuh ruas jalan utama serta beberapa titik jalan rusak lainnya di wilayah tersebut.
Ruas jalan tersebut meliputi Jalan Pingku – Kampung Asem Kuda sepanjang 2,5 km, Jalan Caringin – Cilaketan – Parungpanjang sepanjang 2,32 km, dan Jalan Lumpang – Cikuda, Parungpanjang sepanjang 2,98 km.
Selain itu, juga ada Jalan Prumpung – Gunungsindur – Cicangkal sepanjang 2,80 km, Jalan Cicangkal – Maloko sepanjang 2,01 km, Jalan Kampung Sawah – Janala, Rumpin sepanjang 2,73 km, serta Jalan Janala – Lebakwangi, Cigudeg sepanjang 7,80 km.
Perbaikan jalan tersebut masuk dalam realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 tahap I yang mencapai Rp507,2 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan.
Untuk wilayah Parung Panjang, Gunungsindur, Rumpin, dan Cigudeg, anggaran tersebut disiapkan sebesar Rp 104 miliar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, bahwa ada sebanyak 7 ruas jalan kabupaten yang harus diperbaiki.
“Yang besar 7 ruas, kalau dengan yang kecil-kecil itu sampai Rp 104 miliar totalnya,” ucapnya kepada SuaraBotim.Com, Selasa (13/5/25).
Ajat mengucapkan, bahwa pengecoran jalan tambang tersebut dilakukan secara bergantian atau dengan cara sebelah-sebelah.
“Lalu, untuk truk dengan tonase di atas 8 ton, tidak melawati area pengecoran sebelah kiri ataupun sebelah kanan ketika proses pengeringan. Proses pengeringan itu, pengontrolan itu dilakukan pada pukul 19:00 WIB sampai pukul 02:00 WIB,” terangnya.
Karena takut terganggu, lanjut Ajat, truk yang memiliki muatan melebihi 8 ton, akan ditahan terlebih dahulu di setu sampai jam 2 malam.
“Setelah itu, silahkan tonase yang melebihi juga boleh lewat situ, di area yang belum dicor. Kemudian nanti jam operasional ditambah dari pukul 13:00 WIB sampai pukul 16:00 WIB,” ungkapnya.
“Itu kesepakatan yang disampaikan, yang perlu dicerna itu rekayasa lalu lintas, bukan hanya lalu lintas, mungkin aspek-aspek yang lain, karena kan takutnya ada pungli, segala macam,” terusnya.
Ajat juga mengungkapkan, bahwa jalan provinsi tersebut akan mulai berjalan pada bulan Juni dan jalan Kabupaten akan dimulai pada bulan Juli.
Sementara, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor Dadang kosasih mengungkapkan, pihaknya telah menggelar forum bersama pihak kepolisian terkait rekayasa lalu lintas di Parung Panjang.
“Selama pelaksanaan kegiatan pengecoran jalan, kita melaksanakan rekayasa berupa buka tutup. Hanya untuk kendaraan yang tanpa muatan,” ucapnya.
“Kalau truk yang ada muatan muatan itu kita stop di kantong parkir, kita aktifin kantong parkir sampai terakhir di danau Jayabaya,” tutupnya.
(Pandu)







