Klapanunggal, SuaraBotim.Com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia masih belum menyentuh wilayah Bogor Timur.
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, H. Achmad Fathoni menyoroti, program tersebut agar dievaluasi dan segera diperluas jangkauannya.
“Realisasi program MBG di Kabupaten Bogor masih sangat minim, baru diterapkan di beberapa sekolah dan secara khusus di Bogor Timur belum berjalan. Saya minta ini dievaluasi, agar ada perwakilan sekolah di Bogor Timur yang bisa dijadikan titik uji coba,” ujar Fathoni kepada SuaraBotim.Com, Selasa (13/5/25).
Fathoni juga menyatakan, bahwa evaluasi program dari tahun sebelumnya harus dijadikan acuan untuk perbaikan ke depan.
“Kita ingin program ini benar-benar menyentuh semua wilayah, terutama daerah yang memang sangat membutuhkan,” terangnya.
Sementara itu, perwakilan Badan Gizi Nasional, Rima menyampaikan, bahwa pelaksanaan program MBG membutuhkan kesiapan infrastruktur, salah satunya adalah keberadaan dapur gizi yang dekat dengan lokasi sekolah.
“Jarak antara dapur dan sekolah idealnya maksimal 15 menit. Jika terlalu jauh, kualitas makanan akan menurun. Maka dari itu, selain infrastruktur, dukungan masyarakat juga penting untuk menyukseskan program MBG,” jelasnya.
Dirinya juga menekankan, pentingnya variasi menu yang ditentukan oleh ahli gizi yang selalu diukur setiap porsinya.
“Menu harus berganti-ganti, disesuaikan dengan bahan makanan lokal agar tetap bernutrisi dan menarik bagi anak-anak,” tuturnya.
Program MBG merupakan inisiatif dari Presiden RI dalam rangka membentuk generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan alokasi anggaran yang mencapai miliaran hingga triliunan rupiah, diharapkan program ini mampu meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Bogor.
(Pandu)







