Cibinong, SuaraBotim.Com – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, jumlah pengangguran di Kabupaten Bogor mencapai 210.000 orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 7,34 persen dari total angkatan kerja sebanyak 2,86 juta jiwa.
Menanggapi hal ini, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebutkan, bahwa sejumlah perusahaan di wilayah Kabupaten Bogor memang melakukan pengurangan karyawan. Namun, Pemkab Bogor telah menyiapkan beberapa intervensi dan program untuk meminimalkan dampaknya terhadap ekonomi daerah.
“Kami bersama Dinas Tenaga Kerja, Dinas UMKM, dan Diskanak melakukan beberapa kebijakan. Harapannya, walaupun ada pengurangan tenaga kerja, tidak memberi dampak besar pada laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Senin (16/6/25).
Rudy menegaskan, bahwa tren pengurangan tenaga kerja tidak hanya terjadi di Bogor, tetapi juga di sejumlah wilayah lain di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya menggerakkan roda perekonomian melalui anggaran APBD dan program-program pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi korban PHK maupun warga yang belum mendapatkan pekerjaan.
“Kami siapkan program stimulus dan pelatihan bagi masyarakat terdampak. Walau belum merata secara keseluruhan, ini jadi bukti bahwa pemerintah hadir untuk rakyat,” terangnya.
Lebih lanjut, dirinya menyoroti strategi jangka panjang Pemkab Bogor dalam mempersiapkan pusat-pusat ekonomi baru. Ia menyebutkan bahwa revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) terakhir dilakukan satu tahun lalu, dan revisi berikutnya baru dapat dilakukan minimal lima tahun sekali.
“Meski revisi belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, kami sudah siapkan kajian dan pemetaan wilayah mana saja yang akan jadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” katanya.
Untuk wilayah Bogor Barat, Rudy melihat peluang besar di sektor industri dan pertanian, terlebih dengan adanya rencana pembangunan ruas jalan baru yang membuka akses ke lahan-lahan kosong.
Sementara itu, Bogor Selatan dinilai memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan pertanian yang akan terus dioptimalkan sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
Sementara, Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bogor, Nana Mulyana menjelaskan, bahwa meski data BPS menunjukkan angka pengangguran mencapai 210.000 jiwa, Pemkab juga memiliki data berbeda berdasarkan pendataan langsung di desa.
“Berdasarkan pendataan by name by address dari desa-desa, jumlah pengangguran tercatat sekitar 80 ribuan. Angka ini justru masih di bawah rata-rata provinsi maupun nasional,” katanya.
Pemkab Bogor optimistis bahwa program-program ketenagakerjaan, seperti job fair, pelatihan keterampilan, dan pengembangan UMKM, dapat menekan angka pengangguran secara bertahap dan memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat.
(Pandu)







