Saturday, April 18, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Bogor

Ikan Sapu-Sapu Menginvasi Sungai di Kabupaten Bogor, Ancam Ekosistem dan Kesehatan Masyarakat

by Arsyit Syarifudin
April 17, 2026
in Suara Bogor
0
Ikan Sapu-Sapu Menginvasi Sungai di Kabupaten Bogor, Ancam Ekosistem dan Kesehatan Masyarakat

Ikan sapu-sapu. (Foto: Alodokter)

Share on FacebookShare on Twitter

SUARABOTIM.COM – Keberadaan ikan sapu-sapu di sejumlah perairan wilayah Kabupaten Bogor kian mengkhawatirkan.

Spesies yang dikenal sebagai ikan invasif ini dilaporkan telah menyebar luas, terutama di sungai-sungai yang mengalami pencemaran, seperti Sungai Cileungsi.

READ ALSO

Bupati Bogor Perkuat Tata Kelola Perizinan, Dorong Investasi dan Pembangunan Berkelanjutan

Pemkab Bogor, Pemkot Bogor, dan Danantara Finalisasi Lokasi PSEL Bogor Raya di TPA Galuga

Ketua Tim Pengawasan Perikanan Budidaya dan Perikanan Tangkap pada Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor, Yayan Buduayana, mengungkapkan bahwa populasi ikan sapu-sapu terus meningkat tanpa kendali.

“Penyebarannya sudah sangat luas. Di sungai-sungai yang tercemar, seperti di Cileungsi, ikan sapu-sapu justru banyak ditemukan,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Jumat (17/4/2026).

Menurut Yayan, ikan sapu-sapu bukanlah spesies asli Indonesia. Ikan ini berasal dari kawasan Sungai Amazon, Amerika Selatan, khususnya Brasil, dan awalnya masuk ke Indonesia melalui perdagangan ikan hias.

Namun, kata Yayan, diduga ikan tersebut kemudian dilepas ke perairan umum hingga berkembang biak secara masif.

“Minimnya predator alami di Indonesia menjadi salah satu faktor utama pesatnya pertumbuhan populasi ikan ini,” ucapnya.

Berbeda dengan habitat aslinya di Amazon yang memiliki predator seperti arapaima, di perairan Indonesia ikan sapu-sapu berkembang tanpa ancaman berarti.

“Ikan ini bersifat omnivora oportunistik, artinya memakan hampir semua jenis makanan, mulai dari alga, tumbuhan air, hingga telur ikan lain. Ini yang membuat rantai makanan di ekosistem perairan terganggu,” jelasnya.

Tak hanya itu, kemampuan reproduksi ikan sapu-sapu juga tergolong tinggi. Dalam sekali bertelur, induknya dapat menghasilkan ratusan telur yang dijaga hingga menetas, sehingga tingkat kelangsungan hidup anak ikan sangat besar.

“Dampaknya, ikan-ikan lokal semakin terdesak. Selain kesulitan mendapatkan makanan, proses reproduksi ikan asli juga terganggu akibat dominasi ikan sapu-sapu di habitatnya,” terangnya.

Lebih jauh, Yayan mengingatkan, ikan sapu-sapu juga berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Pasalnya, ikan ini mampu menyerap logam berat seperti timbal, merkuri, kadmium, dan arsenik dari lingkungan perairan yang tercemar.

“Kalau dikonsumsi, logam berat itu bisa berpindah ke tubuh manusia. Jadi jelas tidak aman untuk dimakan,” tegasnya.

Ia menambahkan, setidaknya terdapat beberapa alasan mengapa ikan sapu-sapu dikategorikan sebagai spesies invasif berbahaya, di antaranya kemampuan bertahan hidup di berbagai kondisi perairan, reproduksi yang cepat, dominasi terhadap spesies lokal, serta dampaknya terhadap kualitas lingkungan.

Terkait penanganan, Diskanak Kabupaten Bogor terus melakukan pengawasan serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya ikan invasif. Selain itu, pemerintah juga melibatkan Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) yang tersebar di berbagai wilayah perairan.

“POKMASWAS ini berperan dalam mengawasi dan memusnahkan ikan invasif yang ditemukan di lingkungan mereka,” kata Yayan.

Di sisi lain, regulasi terkait larangan peredaran ikan invasif sebenarnya telah diterbitkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Namun, pengawasan di lapangan masih menjadi tantangan, terutama dalam mencegah pelepasan ikan ke perairan umum.

Fenomena maraknya masyarakat yang menangkap ikan sapu-sapu untuk dimusnahkan belakangan ini juga menjadi perhatian. Meski demikian, Yayan mengingatkan agar ikan tersebut tidak dikonsumsi karena berisiko bagi kesehatan.

“Harusnya dimusnahkan, bukan dimanfaatkan untuk konsumsi. Masyarakat perlu diedukasi soal bahayanya,” pungkasnya.

Dengan kondisi ini, diperlukan peran aktif semua pihak untuk mengendalikan penyebaran ikan sapu-sapu agar tidak semakin merusak keseimbangan ekosistem perairan di Kabupaten Bogor.

(Pandu)

Tags: Bahaya Logam BeratDiskanak Kabupaten BogorIkan Sapu-sapuSpesies InvasifSungai CileungsiYayan Buduayana

Related Posts

Bupati Bogor Perkuat Tata Kelola Perizinan, Dorong Investasi dan Pembangunan Berkelanjutan
Suara Bogor

Bupati Bogor Perkuat Tata Kelola Perizinan, Dorong Investasi dan Pembangunan Berkelanjutan

April 18, 2026
Pemkab Bogor, Pemkot Bogor, dan Danantara Finalisasi Lokasi PSEL Bogor Raya di TPA Galuga
Suara Bogor

Pemkab Bogor, Pemkot Bogor, dan Danantara Finalisasi Lokasi PSEL Bogor Raya di TPA Galuga

April 17, 2026
‎KP2C dan AIM Analytics Malaysia Luncurkan Sistem Peringatan Dini Banjir Berbasis IoT di Sungai Cileungsi-Cikeas
Suara Bogor

‎KP2C dan AIM Analytics Malaysia Luncurkan Sistem Peringatan Dini Banjir Berbasis IoT di Sungai Cileungsi-Cikeas

April 16, 2026
‎Wakil Bupati Bogor Tinjau Jembatan Ambruk di Rumpin, Pemkab Siapkan Penanganan Darurat
Suara Bogor

‎Wakil Bupati Bogor Tinjau Jembatan Ambruk di Rumpin, Pemkab Siapkan Penanganan Darurat

April 16, 2026
Berantas Pungli, Pemkab dan Polres Bogor Bentuk Tim Khusus
Suara Bogor

Berantas Pungli, Pemkab dan Polres Bogor Bentuk Tim Khusus

April 15, 2026
‎Sekda Apresiasi Sekwan “Curi Start” Bahas Renja 2027, Dorong Sinergi DPRD dan Eksekutif
Suara Bogor

‎Sekda Apresiasi Sekwan “Curi Start” Bahas Renja 2027, Dorong Sinergi DPRD dan Eksekutif

April 15, 2026
Next Post
Bupati Bogor Perkuat Tata Kelola Perizinan, Dorong Investasi dan Pembangunan Berkelanjutan

Bupati Bogor Perkuat Tata Kelola Perizinan, Dorong Investasi dan Pembangunan Berkelanjutan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Jaringan Narkoba di Jonggol Digerebek, 2 Pelaku Ditangkap dengan Barang Bukti 1 Kg Ganja dan Sabu
  • Tawuran di Jalan Lingkar Dramaga Bogor, Pelajar 15 Tahun Tewas dengan Luka di Punggung
  • Damkar Evakuasi Sepeda Motor Masuk Kedalam Selokan di Cileungsi, Pengendara Alami Luka-luka
  • Ular Sanca 4 Meter di Kolong Kandang Ayam Picu Kepanikan, Dievakuasi 30 Menit
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?