Wednesday, July 22, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Bogor

Ikan Sapu-Sapu Menginvasi Sungai di Kabupaten Bogor, Ancam Ekosistem dan Kesehatan Masyarakat

by Arsyit Syarifudin
April 17, 2026
in Suara Bogor
0
Ikan Sapu-Sapu Menginvasi Sungai di Kabupaten Bogor, Ancam Ekosistem dan Kesehatan Masyarakat

Ikan sapu-sapu. (Foto: Alodokter)

Share on FacebookShare on Twitter

SUARABOTIM.COM – Keberadaan ikan sapu-sapu di sejumlah perairan wilayah Kabupaten Bogor kian mengkhawatirkan.

Spesies yang dikenal sebagai ikan invasif ini dilaporkan telah menyebar luas, terutama di sungai-sungai yang mengalami pencemaran, seperti Sungai Cileungsi.

READ ALSO

Damkar Kabupaten Bogor Evakuasi Kukang Jawa di Tanjungsari, Satwa Diserahkan ke BKSDA

OKP Desak Kejari Kabupaten Bogor Usut Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KNPI Rp5 Miliar

Ketua Tim Pengawasan Perikanan Budidaya dan Perikanan Tangkap pada Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor, Yayan Buduayana, mengungkapkan bahwa populasi ikan sapu-sapu terus meningkat tanpa kendali.

“Penyebarannya sudah sangat luas. Di sungai-sungai yang tercemar, seperti di Cileungsi, ikan sapu-sapu justru banyak ditemukan,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Jumat (17/4/2026).

Menurut Yayan, ikan sapu-sapu bukanlah spesies asli Indonesia. Ikan ini berasal dari kawasan Sungai Amazon, Amerika Selatan, khususnya Brasil, dan awalnya masuk ke Indonesia melalui perdagangan ikan hias.

Namun, kata Yayan, diduga ikan tersebut kemudian dilepas ke perairan umum hingga berkembang biak secara masif.

“Minimnya predator alami di Indonesia menjadi salah satu faktor utama pesatnya pertumbuhan populasi ikan ini,” ucapnya.

Berbeda dengan habitat aslinya di Amazon yang memiliki predator seperti arapaima, di perairan Indonesia ikan sapu-sapu berkembang tanpa ancaman berarti.

“Ikan ini bersifat omnivora oportunistik, artinya memakan hampir semua jenis makanan, mulai dari alga, tumbuhan air, hingga telur ikan lain. Ini yang membuat rantai makanan di ekosistem perairan terganggu,” jelasnya.

Tak hanya itu, kemampuan reproduksi ikan sapu-sapu juga tergolong tinggi. Dalam sekali bertelur, induknya dapat menghasilkan ratusan telur yang dijaga hingga menetas, sehingga tingkat kelangsungan hidup anak ikan sangat besar.

“Dampaknya, ikan-ikan lokal semakin terdesak. Selain kesulitan mendapatkan makanan, proses reproduksi ikan asli juga terganggu akibat dominasi ikan sapu-sapu di habitatnya,” terangnya.

Lebih jauh, Yayan mengingatkan, ikan sapu-sapu juga berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Pasalnya, ikan ini mampu menyerap logam berat seperti timbal, merkuri, kadmium, dan arsenik dari lingkungan perairan yang tercemar.

“Kalau dikonsumsi, logam berat itu bisa berpindah ke tubuh manusia. Jadi jelas tidak aman untuk dimakan,” tegasnya.

Ia menambahkan, setidaknya terdapat beberapa alasan mengapa ikan sapu-sapu dikategorikan sebagai spesies invasif berbahaya, di antaranya kemampuan bertahan hidup di berbagai kondisi perairan, reproduksi yang cepat, dominasi terhadap spesies lokal, serta dampaknya terhadap kualitas lingkungan.

Terkait penanganan, Diskanak Kabupaten Bogor terus melakukan pengawasan serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya ikan invasif. Selain itu, pemerintah juga melibatkan Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) yang tersebar di berbagai wilayah perairan.

“POKMASWAS ini berperan dalam mengawasi dan memusnahkan ikan invasif yang ditemukan di lingkungan mereka,” kata Yayan.

Di sisi lain, regulasi terkait larangan peredaran ikan invasif sebenarnya telah diterbitkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Namun, pengawasan di lapangan masih menjadi tantangan, terutama dalam mencegah pelepasan ikan ke perairan umum.

Fenomena maraknya masyarakat yang menangkap ikan sapu-sapu untuk dimusnahkan belakangan ini juga menjadi perhatian. Meski demikian, Yayan mengingatkan agar ikan tersebut tidak dikonsumsi karena berisiko bagi kesehatan.

“Harusnya dimusnahkan, bukan dimanfaatkan untuk konsumsi. Masyarakat perlu diedukasi soal bahayanya,” pungkasnya.

Dengan kondisi ini, diperlukan peran aktif semua pihak untuk mengendalikan penyebaran ikan sapu-sapu agar tidak semakin merusak keseimbangan ekosistem perairan di Kabupaten Bogor.

(Pandu)

Tags: Bahaya Logam BeratDiskanak Kabupaten BogorIkan Sapu-sapuSpesies InvasifSungai CileungsiYayan Buduayana

Related Posts

Damkar Kabupaten Bogor Evakuasi Kukang Jawa di Tanjungsari, Satwa Diserahkan ke BKSDA
Suara Bogor

Damkar Kabupaten Bogor Evakuasi Kukang Jawa di Tanjungsari, Satwa Diserahkan ke BKSDA

July 22, 2026
OKP Desak Kejari Kabupaten Bogor Usut Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KNPI Rp5 Miliar
Suara Bogor

OKP Desak Kejari Kabupaten Bogor Usut Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KNPI Rp5 Miliar

July 22, 2026
Sastra Winara Ajak Masyarakat Waspada, Tegaskan Bogor Tak Boleh Dicap sebagai Tempat LGBT
Suara Bogor

Sastra Winara Ajak Masyarakat Waspada, Tegaskan Bogor Tak Boleh Dicap sebagai Tempat LGBT

July 22, 2026
Lindungi Generasi Muda, Pemkab Bogor Siapkan Payung Hukum Terkait LGBT
Suara Bogor

Lindungi Generasi Muda, Pemkab Bogor Siapkan Payung Hukum Terkait LGBT

July 21, 2026
Polres Bogor Ungkap Peredaran 1 Juta Butir OKT, Jaringan Aceh Masih Diburu
Suara Bogor

Polres Bogor Ungkap Peredaran 1 Juta Butir OKT, Jaringan Aceh Masih Diburu

July 21, 2026
Sastra Winara Puji Polres Bogor Ungkap Kasus Narkoba, Ajak Forkopimda Perkuat Kolaborasi
Suara Bogor

Sastra Winara Puji Polres Bogor Ungkap Kasus Narkoba, Ajak Forkopimda Perkuat Kolaborasi

July 21, 2026
Next Post
Bupati Bogor Perkuat Tata Kelola Perizinan, Dorong Investasi dan Pembangunan Berkelanjutan

Bupati Bogor Perkuat Tata Kelola Perizinan, Dorong Investasi dan Pembangunan Berkelanjutan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Damkar Kabupaten Bogor Evakuasi Kukang Jawa di Tanjungsari, Satwa Diserahkan ke BKSDA
  • OKP Desak Kejari Kabupaten Bogor Usut Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KNPI Rp5 Miliar
  • Sastra Winara Ajak Masyarakat Waspada, Tegaskan Bogor Tak Boleh Dicap sebagai Tempat LGBT
  • Tekan Stunting, Alfamart Perluas Program Satu Telur Sehari ke 39 Kota
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?