Saturday, October 17, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Bogor

Ngeriii …. KLHK Klaim Tanah Seluruh Warga Desa Sukawangi Sebagai Kawasan Hutan

by Asep Saepudin Sayyev
June 17, 2025
in Suara Bogor
0
Ngeriii …. KLHK Klaim Tanah Seluruh Warga Desa Sukawangi Sebagai Kawasan Hutan
Share on FacebookShare on Twitter

 

SuaraBotim.Com- Sengketa lahan antara warga Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali mencuat ke permukaan. Warga yang sudah puluhan tahun menempati lahan tersebut menuntut agar wilayah permukiman mereka dikeluarkan dari status kawasan hutan.

READ ALSO

Paripurna DPRD Kabupaten Bogor Bahas 3 Raperda, Pansus Segera Dibentuk

Satpol PP Kabupaten Bogor Tertibkan 10 PKL di Ciawi, Barang Pedagang Diamankan

Salah satu warga berinisial UN mengungkapkan bahwa tanah yang kini diklaim sebagai kawasan hutan oleh Perhutani telah dihuni oleh masyarakat sejak era Presiden Soeharto. Ia menjelaskan bahwa kawasan tersebut dulunya diberikan secara cuma-cuma oleh pemerintah kepada para transmigran.

“Kita mulai di sini sejak zaman Soeharto. Waktu itu, karena jumlah penduduk masih kurang, pemerintah memberikan lahan ini kepada kami para transmigran untuk dihuni. Jadi bukan tiba-tiba kami menduduki tanah ini,” ujarnya kepada Suarabotim, Senin (16/06/25).

UN menambahkan bahwa sejak tahun 1961, tanah tersebut sudah dihuni oleh nenek moyang mereka. Bahkan sebelum wilayah itu dikenal sebagai bagian dari Kecamatan Sukamakmur, wilayah tersebut masuk ke dalam administrasi Kecamatan Jonggol.

“Kami punya SK Kinag dulu, bahkan sebelum ada jalan ke sini. Jadi kalau sekarang tiba-tiba diklaim milik kehutanan, kami jelas tidak terima,” katanya dengan nada tegas.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Sukawangi Budiyanto membenarkan bahwa masyarakat telah menetap di wilayah tersebut sejak lama, bahkan sejak tahun 1935.

“Saya sendiri sudah tinggal di Sukawangi sejak tahun 1985, dan sejauh yang saya tahu, belum pernah ada pernyataan bahwa tanah ini milik Perhutani,” ucap Budiyanto yang merupakan Sekretaris APDESI Bogor Timur.

Ia juga mempertanyakan mengapa baru sekarang klaim kawasan hutan itu muncul. Padahal menurutnya, proses administratif dan pengakuan kepemilikan lahan sudah berlangsung sejak lama dan diakui secara turun-temurun.

Budiyanto menjelaskan bahwa warga memiliki dasar hukum berupa surat keterangan tanah seperti SK Kinag yang disahkan pada 1961, kemudian diubah menjadi Letter C pada 1964.

“Surat-surat itu sah dan masih ada hingga sekarang. Bahkan dalam Letter C tercatat jelas nama-nama pemilik dan ahli warisnya,” jelasnya.

Pemerintah Desa Sukawangi kini mendesak adanya kejelasan legal standing dari pemerintah pusat, terutama soal status lahan yang diklaim sebagai kawasan hutan produktif Hambalang Timur.

“Kalau memang ini hutan, kenapa ada listrik dari PLN? Kenapa ada sekolah dari dinas pendidikan, puskesmas, dan bahkan kantor desa dengan dana desa dari pemerintah pusat?,” tanya Budiyanto.

Ia menilai keberadaan infrastruktur pelayanan publik adalah bukti bahwa kawasan tersebut bukan hutan, melainkan wilayah permukiman yang sah. “Bahkan, data kependudukan pun telah tercatat secara resmi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” tambahnya.

Budiyanto dan warga berharap pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto yang tinggal di wilayah Bogor, dapat turun tangan menyelesaikan konflik ini. Mereka meminta agar tanah yang telah ditempati secara turun-temurun itu dikeluarkan dari kawasan hutan dan diberikan kejelasan status hak milik.

“Warga datang ke desa menuntut agar tanah ini dilepas dari status kawasan hutan. Kalau memang sudah ada Letter C, SK Kinag, dan data lainnya, mengapa masih dianggap hutan?,” tutupnya.

Tags: Desa Sukawangi

Related Posts

Paripurna DPRD Kabupaten Bogor Bahas 3 Raperda, Pansus Segera Dibentuk
Suara Bogor

Paripurna DPRD Kabupaten Bogor Bahas 3 Raperda, Pansus Segera Dibentuk

October 16, 2026
Satpol PP Kabupaten Bogor Tertibkan 10 PKL di Ciawi, Barang Pedagang Diamankan
Suara Bogor

Satpol PP Kabupaten Bogor Tertibkan 10 PKL di Ciawi, Barang Pedagang Diamankan

October 16, 2026
Tinjau Pembangunan GOM Bogor Barat, Dedie Rachim Sebut Progres Tahap I Deviasi Positif 3 Persen
Suara Bogor

Tinjau Pembangunan GOM Bogor Barat, Dedie Rachim Sebut Progres Tahap I Deviasi Positif 3 Persen

October 16, 2026
Soal Isu Calon Ibu Kota Bogor Timur Digeser dari Sukamakmur, Beben Angkat Bicara
Suara Bogor

Soal Isu Calon Ibu Kota Bogor Timur Digeser dari Sukamakmur, Beben Angkat Bicara

October 16, 2026
Jaro Ade Tinjau KDKMP Pakansari, Dorong Pembangunan Menyeluruh di 416 Desa dan 19 Kelurahan
Suara Bogor

Jaro Ade Tinjau KDKMP Pakansari, Dorong Pembangunan Menyeluruh di 416 Desa dan 19 Kelurahan

October 16, 2026
Achmad Fathoni Minta Satpol PP Tegas Soal Jam Operasional Kafe di Metland Cileungsi
Suara Bogor

Achmad Fathoni Minta Satpol PP Tegas Soal Jam Operasional Kafe di Metland Cileungsi

October 15, 2026
Next Post
Warung Goyang Lidah: Perpaduan Kuliner Tradisional dan Seni Daur Ulang di Gunung Putri

Warung Goyang Lidah: Perpaduan Kuliner Tradisional dan Seni Daur Ulang di Gunung Putri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Paripurna DPRD Kabupaten Bogor Bahas 3 Raperda, Pansus Segera Dibentuk
  • Satpol PP Kabupaten Bogor Tertibkan 10 PKL di Ciawi, Barang Pedagang Diamankan
  • Serap Bantuan Rp26 Miliar Presiden Prabowo, 36 Sekolah di Kota Bogor Selesai Direvitalisasi
  • Tinjau Pembangunan GOM Bogor Barat, Dedie Rachim Sebut Progres Tahap I Deviasi Positif 3 Persen
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?