SuaraBotim.Com – Bentuk dedikasi sebagai anggota Dewan kepada masyarakat di Daerah Pemilihannya. Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS, H. Achmad Fathoni memonitoring langsung proyek rekonstruksi jalan Provinsi di perempatan Cagak, Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, guna memastikan kualitas pekerjaan, Jumat, (22/08/25).
“Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur dan jajaran yang sudah memberikan atensi untuk memperbaiki jalan ini. Saya hadir untuk memastikan kualitas pekerjaan, mulai dari ketebalan cor hingga lapisan pondasi,” ujar Fathoni.
Ia menyebutkan, pengecoran jalan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hari dengan ketebalan beton mencapai 30 cm, jalan provinsi di titik Cagak ditargetkan bisa kembali dilalui masyarakat pada akhir Agustus 2025.
Dalam kesempatan itu, Fathoni juga menyoroti persoalan drainase yang belum masuk dalam pengerjaan tahun ini. Menurutnya, ketiadaan saluran air di jalan provinsi Gunung Putri sering kali memicu banjir karena air hujan mengalir ke permukiman warga.
“Selain jalan rusak, keluhan masyarakat juga soal drainase yang tidak ada. Jika dibiarkan, air akan menggenang di jalan dan berpotensi mempercepat kerusakan. Saya berharap pemerintah provinsi bisa melengkapi dengan drainase, kalau tidak di anggaran perubahan, setidaknya di tahun 2026,” tegasnya.
Fathoni pun berharap pembangunan ini dapat dikerjakan maksimal sehingga hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi juga lebih tahan lama.
“Mudah – mudahan pembangunan ini dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat khususnya warga bogor. Dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPR Provinsi Jawa Barat Bapak H. Fikri Hudi Oktiarwan yang sudah mengawal aspirasi ini sehingga dapat terealisasi,” ucapnya.
Sementara itu, Konsultan pengawas dari Dinas Bina Marga Ikbal menjelaskan proyek perbaikan jalan provinsi tersebut terbagi dalam lima segmen dengan total panjang 900 meter, proyek ini menelan anggaran sekitar Rp5,5 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat 2025.
“Segmen pertama ada di sekitar flyover Cileungsi, segmen kedua di depan pabrik Aspeg, segmen ketiga di depan PT SBI, segmen keempat di depan Dusaspun, dan segmen kelima di Cagak Gunung Putri. Empat segmen menggunakan betonisasi, sementara segmen tiga di depan SBI menggunakan hotmix dan ini belum di mulai pekerjaan,” jelas Ikbal.
“Sesuai dengan yang ada, kami menargetkan seluruh pekerjaan dapat rampung pada September 2025,” pungkaanya.
(Deni Dawer)







