Bojonggede, SuaraBotim.Com – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Senin (22/9/25) sore, mengakibatkan aliran Sungai Pesanggrahan meluap dan menggerus tanah di sekitar bangunan SDN Kedungwaringin 1.
Akibatnya, sejumlah fasilitas sekolah seperti kamar mandi dan perpustakaan mengalami kerusakan cukup serius.
Kepala SDN Kedungwaringin 1, Sri Andayani, menjelaskan bahwa peristiwa terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Sebelum kejadian, hujan deras mulai turun sejak pukul 17.30 WIB sehingga para siswa sudah lebih dulu dipulangkan.
“Setelah Maghrib sekitar pukul setengah tujuh terdengar suara rubuh. Ternyata pohon rambutan besar di belakang sekolah tumbang dan menyeret tanah di sekitarnya. Kondisi tanah ikut bergeser, sehingga tembok perpustakaan dan toilet sekolah terdampak,” ujar Sri Andayani kepada SuaraBotim.Com, Selasa (23/9/25).
Akibat pergeseran tanah, bangunan toilet sekolah mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat digunakan lagi. Selain itu, dinding ruang perpustakaan juga bergeser meskipun tidak sampai roboh.
Sri Andayani menambahkan, pihak sekolah langsung menutup akses ke area rawan longsor agar tidak membahayakan keselamatan hampir 1.000 siswa yang bersekolah di SDN Kedungwaringin 1.
“Pagi tadi kami pasang penutup dengan bambu dan banner supaya anak-anak tidak mendekat. Apalagi anak-anak biasanya penasaran, jadi harus benar-benar dijaga,” jelasnya.
Sesaat setelah kejadian, pihak sekolah segera melapor kepada Pemerintah Desa Kedungwaringin. Aparat desa, kecamatan, serta petugas BPBD Kabupaten Bogor langsung meninjau lokasi dan melakukan langkah darurat.
“Alhamdulillah pihak desa, kecamatan, dan BPBD cepat tanggap. Namun karena posisi tanah di dekat turap sudah kosong akibat tergerus air sungai, kondisinya cukup rawan. BPBD juga merekomendasikan pembangunan turap baru agar pondasi lebih aman,” kata Sri Andayani.
Kerusakan tersebut membuat proses belajar mengajar di SDN Kedungwaringin 1 sedikit terganggu, terutama karena jumlah toilet berkurang sementara jumlah siswa mencapai 980 orang.
Pihak sekolah berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor segera menindaklanjuti laporan kerusakan dengan memperbaiki pondasi turap, membangun kembali toilet, serta memperkuat bangunan perpustakaan.
“Kami mohon agar segera ada realisasi pembangunan, karena situasi ini sangat berisiko untuk keselamatan anak-anak. Kami tidak bisa terus-menerus mengawasi mereka agar tidak bermain di area rawan longsor,” tutupnya.
(Pandu)







