Cibinong, SuaraBotim.Com — Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, memastikan bahwa penyaluran bantuan sosial (bansos) tahun 2025 dilakukan melalui dua jalur, yaitu Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia.
Hal ini disesuaikan dengan kondisi penerima manfaat serta ketersediaan infrastruktur perbankan di masing-masing daerah.
Saifullah Yusuf menjelaskan, Kementerian Sosial tengah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk memverifikasi rekening para penerima manfaat baru yang jumlahnya lebih dari 18 juta keluarga dari total 35 juta penerima bansos.
“Kalau penerima manfaat sudah memiliki rekening, penyalurannya dilakukan lewat Himbara. Tapi kalau belum punya rekening, maka akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia,” ujar pria yang kerap disapa Gus Ipul kepada SuaraBotim.Com, Jumat (24/10/25).
Ia menerangkan, penyaluran melalui Himbara tidak dikenakan biaya, sementara melalui PT Pos ada biaya operasional. Karena itu, pemerintah memprioritaskan penyaluran bansos lewat Himbara sejauh wilayah penerima dapat dijangkau perbankan.
“Kita berupaya sekuat tenaga menyalurkan lewat Himbara sesuai ketentuan, kecuali di daerah yang belum terjangkau infrastruktur perbankan, baru disalurkan melalui PT Pos,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa bagi penerima yang disalurkan melalui PT Pos, tidak perlu memiliki rekening. Data penerima yang telah diverifikasi akan diserahkan ke PT Pos untuk proses pemanggilan dan pencairan bantuan.
“Sekarang prosesnya sedang dalam tahap finalisasi. Kita koordinasi juga dengan Dinas Sosial Kabupaten Bogor untuk melakukan koreksi data keluarga penerima manfaat (KPM) yang tidak memenuhi kriteria. Sudah ada hampir 400 ribu data yang dikoreksi,” terangnya.
Saifullah juga memastikan, bahwa penyaluran melalui PT Pos akan dilakukan mulai minggu depan.
“Insyaallah minggu depan akan kita salurkan yang melalui PT Pos. Dari total 18 juta lebih penerima bansos, sekitar 700 ribu di antaranya disalurkan lewat PT Pos,” katanya.
Namun, lanjut dia, PT Pos tengah melakukan konsolidasi agar penyaluran bansos reguler bisa digabung dengan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS).
“Kami ingin agar biayanya tidak dua kali, cukup sekali saja. Jadi penyaluran reguler dan BLTS akan dilakukan bersamaan,” tuturnya.
Selain itu, Gus Ipul juga meminta masyarakat penerima manfaat untuk bersabar menunggu jadwal pencairan.
“Datanya masih dalam proses konsolidasi. Nanti PT Pos akan mengirimkan undangan bagi penerima untuk datang mengambil bansos,” ucapnya.
Menurutnya, PT Pos memiliki tiga mekanisme penyaluran, yakni penerima datang langsung ke kantor pos, pengantaran langsung ke rumah bagi lansia dan penyandang disabilitas, atau pembagian berbasis komunitas di kelurahan maupun kecamatan.
“Biasanya pembagiannya dilakukan bersama-sama di lokasi komunitas, seperti di kantor kecamatan, agar prosesnya lebih efisien,” pungkasnya.
(Pandu)







