Wednesday, June 10, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Sejak 2018, Dinkes Kabupaten Bigor Catat Sebanyak 13 Kasus Leptospirosis

by Arsyit Syarifudin
October 27, 2025
in Kesehatan
0
Sejak 2018, Dinkes Kabupaten Bigor Catat Sebanyak 13 Kasus Leptospirosis

Ilustrasi tikus. (Foto: freepick)

Share on FacebookShare on Twitter

Cibinong, SuaraBotim.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 13 kasus penyakit leptospirosis atau dikenal dengan sebutan penyakit kencing tikus sejak tahun 2018 hingga Agustus 2025.

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira ini biasanya muncul setelah banjir, terutama di wilayah dengan kondisi sanitasi yang buruk dan populasi tikus yang tinggi.

READ ALSO

Ternyata, Dari 638 SPPG di Kabupaten Bogor, Baru 40 Persen yang Punya Sertifikat Higiene

RS Permata Jonggol Gelar Seminar Autoimun, Edukasi Masyarakat soal Fakta, Mitos dan Harapan Kesembuhan

Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Bogor, dr. Yessi Desputri MKK, menjelaskan bahwa leptospirosis ditularkan melalui urine hewan yang terinfeksi, seperti tikus, dan dapat masuk ke tubuh manusia melalui luka terbuka, kulit lecet, atau selaput lendir yang bersentuhan dengan air tercemar.

“Kasus leptospirosis di Kabupaten Bogor tidak terlalu banyak, tetapi tetap perlu diwaspadai. Dari tahun 2018 hingga 2025, tercatat 13 kasus, dengan empat di antaranya meninggal dunia,” jelas dr. Yessi.

Data kasus leptospirosis di Kabupaten Bogor yaitu pada tahun 2018 terdapat 2 kasus dan seluruhnya sembuh, sedangkan 2019 terdapat 3 kasus dan 1 meninggal, pada tahun 2020 terdapat 1 kasus dan sembuh, pada tahun 2021 terdapat 1 kasus dan sembuh, pada tahun 2022 terdapat 2 kasus dan sembuh, pada tahun 2023 terdapat 2kasus dan 2 meninggal, pada tahun 2024 terdapat 1 kasus dan sembuh lalu, pada tahun 2025 terdapat 1 kasus, sembuh.

Dr. Yessi menjelaskan, gejala awal leptospirosis sering tidak khas dan mirip penyakit lain, sehingga banyak pasien datang terlambat ke fasilitas kesehatan.

“Gejalanya seperti demam, sakit kepala, nyeri otot terutama di betis, batuk, sakit tenggorokan, hingga diare. Bila tidak segera ditangani, infeksi bisa menyerang ginjal, paru, dan hati yang menyebabkan kematian,” katanya.

Kasus leptospirosis di Kabupaten Bogor tersebar di beberapa wilayah, seperti Jonggol (2018), Klapanunggal (2019 dan 2023), Gunung Putri (2020 dan 2023), Ciomas (2021), Cibinong dan Parung (2022), Caringin (2024), serta Cigombong (2025).

Menurut dr. Yessi, penyakit ini banyak menyerang kelompok masyarakat dengan risiko tinggi seperti petani, pemulung, petugas kebersihan, dan pekerja yang sering kontak dengan air kotor.

“Kami mengimbau masyarakat yang bekerja di area berisiko agar selalu menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu bot dan sarung tangan, serta menjaga kebersihan diri,” tutupnya.

(Pandu)

Tags: BanjirDinkes BogorKabupaten BogorKencing TikusKesehatan MasyarakatLeptospirosisPenyakit Menular

Related Posts

Ternyata, Dari 638 SPPG di Kabupaten Bogor, Baru 40 Persen yang Punya Sertifikat Higiene
Kesehatan

Ternyata, Dari 638 SPPG di Kabupaten Bogor, Baru 40 Persen yang Punya Sertifikat Higiene

May 20, 2026
RS Permata Jonggol Gelar Seminar Autoimun, Edukasi Masyarakat soal Fakta, Mitos dan Harapan Kesembuhan
Kesehatan

RS Permata Jonggol Gelar Seminar Autoimun, Edukasi Masyarakat soal Fakta, Mitos dan Harapan Kesembuhan

May 18, 2026
Banyak SPPG Tak Penuhi Standar, BGN Hentikan Sementara 1.242 Dapur MBG
Kesehatan

Banyak SPPG Tak Penuhi Standar, BGN Hentikan Sementara 1.242 Dapur MBG

May 15, 2026
‎Dinkes Kabupaten Bogor Imbau Warga Waspada Hantavirus dari Tikus
Kesehatan

‎Dinkes Kabupaten Bogor Imbau Warga Waspada Hantavirus dari Tikus

May 15, 2026
‎Sastra Winara Sebut Program MBG Bantu Tingkatkan Gizi Anak di Kabupaten Bogor
Kesehatan

‎Sastra Winara Sebut Program MBG Bantu Tingkatkan Gizi Anak di Kabupaten Bogor

May 12, 2026
Manfaat Buah Naga untuk Balita: Superfood Alami yang Baik untuk Tumbuh Kembang
Kesehatan

Manfaat Buah Naga untuk Balita: Superfood Alami yang Baik untuk Tumbuh Kembang

March 23, 2026
Next Post
Cegah Chikungunya, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Gencarkan PSN dan Deteksi Dini

Cegah Chikungunya, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Gencarkan PSN dan Deteksi Dini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • ‎Pemkab Bogor Kembali Raih Opini WTP dari BPK, Ketua DPRD: Ini Bukti Good Government
  • ‎Tabrak Pembatas Jalan di Pakansari, Dua Orang Tewas Ditempat
  • Ratusan ASN Adu Strategi di Turnamen Biliar Antar SKPD, Meriahkan HJB ke-544 Kabupaten Bogor
  • Ketua DPRD Kabupaten Bogor Minta Aktivitas Berburu Dievaluasi Usai Tragedi Bocah Tewas di Jasinga
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?