Tuesday, September 8, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Sejak 2018, Dinkes Kabupaten Bigor Catat Sebanyak 13 Kasus Leptospirosis

by Arsyit Syarifudin
October 27, 2025
in Kesehatan
0
Sejak 2018, Dinkes Kabupaten Bigor Catat Sebanyak 13 Kasus Leptospirosis

Ilustrasi tikus. (Foto: freepick)

Share on FacebookShare on Twitter

Cibinong, SuaraBotim.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 13 kasus penyakit leptospirosis atau dikenal dengan sebutan penyakit kencing tikus sejak tahun 2018 hingga Agustus 2025.

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira ini biasanya muncul setelah banjir, terutama di wilayah dengan kondisi sanitasi yang buruk dan populasi tikus yang tinggi.

READ ALSO

Dinkes Kabupaten Bogor Keluarkan Imbauan Kesehatan akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Buntut Keracunan di SDN 01 Ciherang, Sastra Minta SPPG Perketat SOP dan Kualitas Menu MBG

Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Bogor, dr. Yessi Desputri MKK, menjelaskan bahwa leptospirosis ditularkan melalui urine hewan yang terinfeksi, seperti tikus, dan dapat masuk ke tubuh manusia melalui luka terbuka, kulit lecet, atau selaput lendir yang bersentuhan dengan air tercemar.

“Kasus leptospirosis di Kabupaten Bogor tidak terlalu banyak, tetapi tetap perlu diwaspadai. Dari tahun 2018 hingga 2025, tercatat 13 kasus, dengan empat di antaranya meninggal dunia,” jelas dr. Yessi.

Data kasus leptospirosis di Kabupaten Bogor yaitu pada tahun 2018 terdapat 2 kasus dan seluruhnya sembuh, sedangkan 2019 terdapat 3 kasus dan 1 meninggal, pada tahun 2020 terdapat 1 kasus dan sembuh, pada tahun 2021 terdapat 1 kasus dan sembuh, pada tahun 2022 terdapat 2 kasus dan sembuh, pada tahun 2023 terdapat 2kasus dan 2 meninggal, pada tahun 2024 terdapat 1 kasus dan sembuh lalu, pada tahun 2025 terdapat 1 kasus, sembuh.

Dr. Yessi menjelaskan, gejala awal leptospirosis sering tidak khas dan mirip penyakit lain, sehingga banyak pasien datang terlambat ke fasilitas kesehatan.

“Gejalanya seperti demam, sakit kepala, nyeri otot terutama di betis, batuk, sakit tenggorokan, hingga diare. Bila tidak segera ditangani, infeksi bisa menyerang ginjal, paru, dan hati yang menyebabkan kematian,” katanya.

Kasus leptospirosis di Kabupaten Bogor tersebar di beberapa wilayah, seperti Jonggol (2018), Klapanunggal (2019 dan 2023), Gunung Putri (2020 dan 2023), Ciomas (2021), Cibinong dan Parung (2022), Caringin (2024), serta Cigombong (2025).

Menurut dr. Yessi, penyakit ini banyak menyerang kelompok masyarakat dengan risiko tinggi seperti petani, pemulung, petugas kebersihan, dan pekerja yang sering kontak dengan air kotor.

“Kami mengimbau masyarakat yang bekerja di area berisiko agar selalu menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu bot dan sarung tangan, serta menjaga kebersihan diri,” tutupnya.

(Pandu)

Tags: BanjirDinkes BogorKabupaten BogorKencing TikusKesehatan MasyarakatLeptospirosisPenyakit Menular

Related Posts

Dinkes Kabupaten Bogor Keluarkan Imbauan Kesehatan akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Kesehatan

Dinkes Kabupaten Bogor Keluarkan Imbauan Kesehatan akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

September 7, 2026
Buntut Keracunan di SDN 01 Ciherang, Sastra Minta SPPG Perketat SOP dan Kualitas Menu MBG
Kesehatan

Buntut Keracunan di SDN 01 Ciherang, Sastra Minta SPPG Perketat SOP dan Kualitas Menu MBG

August 14, 2026
Soal Hasil Lab Dugaan Keracunan MBG di SDN 01 Ciherang, Dinkes Kabupaten Bogor Bungkam!
Kesehatan

Soal Hasil Lab Dugaan Keracunan MBG di SDN 01 Ciherang, Dinkes Kabupaten Bogor Bungkam!

August 14, 2026
‎Perkuat Data Penyintas Narkoba, Kemensos Gandeng Kemenkes, Kemnaker, dan BNN
Kesehatan

‎Perkuat Data Penyintas Narkoba, Kemensos Gandeng Kemenkes, Kemnaker, dan BNN

August 11, 2026
Program MBG Sedang Diperbaiki, Lansia dan Disabilitas Diusulkan Jadi Penerima
Kesehatan

Program MBG Sedang Diperbaiki, Lansia dan Disabilitas Diusulkan Jadi Penerima

August 2, 2026
Rudy Susmanto Resmikan Revitalisasi Puskesmas Citeureup, Berbasis CSR Senilai Rp2,4 Miliar
Kesehatan

Rudy Susmanto Resmikan Revitalisasi Puskesmas Citeureup, Berbasis CSR Senilai Rp2,4 Miliar

July 27, 2026
Next Post
Cegah Chikungunya, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Gencarkan PSN dan Deteksi Dini

Cegah Chikungunya, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Gencarkan PSN dan Deteksi Dini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor, KPK: Dokumen Hasil Penggeledahan Masih Ditelaah
  • Polsek Gunung Putri Gagalkan Dugaan Tawuran Pelajar di Bojong Nangka, Lima Remaja Diamankan
  • Jaro Ade Turun Tangan Bantu Korban Kebakaran di Desa Dayeuh Cileungsi
  • Rudy Susmanto Turun Langsung Tangani Kebakaran Lahan di TPAS Galuga
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?