Saturday, October 24, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Sejak 2018, Dinkes Kabupaten Bigor Catat Sebanyak 13 Kasus Leptospirosis

by Arsyit Syarifudin
October 27, 2025
in Kesehatan
0
Sejak 2018, Dinkes Kabupaten Bigor Catat Sebanyak 13 Kasus Leptospirosis

Ilustrasi tikus. (Foto: freepick)

Share on FacebookShare on Twitter

Cibinong, SuaraBotim.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 13 kasus penyakit leptospirosis atau dikenal dengan sebutan penyakit kencing tikus sejak tahun 2018 hingga Agustus 2025.

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira ini biasanya muncul setelah banjir, terutama di wilayah dengan kondisi sanitasi yang buruk dan populasi tikus yang tinggi.

READ ALSO

Kolaborasi Merries Jagoan Kulit Bayi dengan Alfamart Sahabat Posyandu, Targetkan 2.800 Penerima Manfaat

Puskesmas Pabuaran Indah dan Posyandu Nusa Indah Raih Penghargaan Imunisasi Terbaik di Jawa Barat

Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Bogor, dr. Yessi Desputri MKK, menjelaskan bahwa leptospirosis ditularkan melalui urine hewan yang terinfeksi, seperti tikus, dan dapat masuk ke tubuh manusia melalui luka terbuka, kulit lecet, atau selaput lendir yang bersentuhan dengan air tercemar.

“Kasus leptospirosis di Kabupaten Bogor tidak terlalu banyak, tetapi tetap perlu diwaspadai. Dari tahun 2018 hingga 2025, tercatat 13 kasus, dengan empat di antaranya meninggal dunia,” jelas dr. Yessi.

Data kasus leptospirosis di Kabupaten Bogor yaitu pada tahun 2018 terdapat 2 kasus dan seluruhnya sembuh, sedangkan 2019 terdapat 3 kasus dan 1 meninggal, pada tahun 2020 terdapat 1 kasus dan sembuh, pada tahun 2021 terdapat 1 kasus dan sembuh, pada tahun 2022 terdapat 2 kasus dan sembuh, pada tahun 2023 terdapat 2kasus dan 2 meninggal, pada tahun 2024 terdapat 1 kasus dan sembuh lalu, pada tahun 2025 terdapat 1 kasus, sembuh.

Dr. Yessi menjelaskan, gejala awal leptospirosis sering tidak khas dan mirip penyakit lain, sehingga banyak pasien datang terlambat ke fasilitas kesehatan.

“Gejalanya seperti demam, sakit kepala, nyeri otot terutama di betis, batuk, sakit tenggorokan, hingga diare. Bila tidak segera ditangani, infeksi bisa menyerang ginjal, paru, dan hati yang menyebabkan kematian,” katanya.

Kasus leptospirosis di Kabupaten Bogor tersebar di beberapa wilayah, seperti Jonggol (2018), Klapanunggal (2019 dan 2023), Gunung Putri (2020 dan 2023), Ciomas (2021), Cibinong dan Parung (2022), Caringin (2024), serta Cigombong (2025).

Menurut dr. Yessi, penyakit ini banyak menyerang kelompok masyarakat dengan risiko tinggi seperti petani, pemulung, petugas kebersihan, dan pekerja yang sering kontak dengan air kotor.

“Kami mengimbau masyarakat yang bekerja di area berisiko agar selalu menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu bot dan sarung tangan, serta menjaga kebersihan diri,” tutupnya.

(Pandu)

Tags: BanjirDinkes BogorKabupaten BogorKencing TikusKesehatan MasyarakatLeptospirosisPenyakit Menular

Related Posts

Kolaborasi Merries Jagoan Kulit Bayi dengan Alfamart Sahabat Posyandu, Targetkan 2.800 Penerima Manfaat
Kesehatan

Kolaborasi Merries Jagoan Kulit Bayi dengan Alfamart Sahabat Posyandu, Targetkan 2.800 Penerima Manfaat

October 22, 2026
Puskesmas Pabuaran Indah dan Posyandu Nusa Indah Raih Penghargaan Imunisasi Terbaik di Jawa Barat
Kesehatan

Puskesmas Pabuaran Indah dan Posyandu Nusa Indah Raih Penghargaan Imunisasi Terbaik di Jawa Barat

October 9, 2026
IGD RS di Kabupaten Bogor Dikeluhkan Relawan karena Kerap Penuh, Dinkes: Efek Pancaroba
Kesehatan

IGD RS di Kabupaten Bogor Dikeluhkan Relawan karena Kerap Penuh, Dinkes: Efek Pancaroba

September 30, 2026
IGD RS di Kabupaten Bogor Kerap Penuh, Relawan Ambulans Keluhkan Sulit Cari Ruang untuk Pasien
Kesehatan

IGD RS di Kabupaten Bogor Kerap Penuh, Relawan Ambulans Keluhkan Sulit Cari Ruang untuk Pasien

September 30, 2026
‎Antisipasi Dampak Asap Kebakaran TPAS Galuga, Dinkes Buka Tiga Posko Kesehatan
Kesehatan

‎Antisipasi Dampak Asap Kebakaran TPAS Galuga, Dinkes Buka Tiga Posko Kesehatan

September 8, 2026
‎Kebakaran TPAS Galuga, Dinkes Kabupaten Bogor Imbau Warga Waspada Paparan Asap
Kesehatan

‎Kebakaran TPAS Galuga, Dinkes Kabupaten Bogor Imbau Warga Waspada Paparan Asap

September 8, 2026
Next Post
Cegah Chikungunya, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Gencarkan PSN dan Deteksi Dini

Cegah Chikungunya, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Gencarkan PSN dan Deteksi Dini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Bocah yang Hilang Ditemukan Tewas Didalam Sumur
  • Viral Video Dugaan Tindakan Tidak Senonoh di Warung Nasi Bojong Nangka, Polisi Turun Tangan
  • Jadi Lebih Mudah Diakses, Masyarakat Apresiasi Layanan ATR/BPN Dekat
  • Layani 6,1 Juta Penduduk, Ade Ruhandi Minta Kapolres Bogor Baru Perjuangkan Tambahan Personel
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?