Cibinong, SuaraBotim.Com – Rencana pembangunan Bogor Bird Zoo di kawasan sekitar Gelanggang Olahraga (GOR) Pakansari, Kabupaten Bogor, kini tengah memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Proyek wisata edukasi bertema satwa burung ini diharapkan dapat mulai dikerjakan pada awal tahun 2026.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, mengungkapkan bahwa proses perencanaan DED Bogor Bird Zoo masih berjalan dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025.
“Untuk Bogor Bird Zoo sekarang masih dalam proses perencanaan DED. Mudah-mudahan di akhir tahun ini selesai,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Kamis (30/10/25).
“Saat ini Pak Bupati sedang mempertimbangkan beberapa perencanaan di sekitar GOR Pakansari, termasuk Bogor Bird Zoo yang sedang kami susun DED-nya,” lanjutnya.
Eko menambahkan, jika hasil perencanaan DED berjalan baik dan konsepnya dinilai matang, maka pembangunan fisik Bogor Bird Zoo kemungkinan besar akan dimulai pada awal tahun 2026.
“Kalau hasilnya bagus dan konsepnya sesuai harapan, kemungkinan besar tahun 2026 awal sudah bisa dimulai pengerjaannya. Tapi tentu tergantung hasil DED perencanaannya,” ujarnya.
Dalam perencanaan proyek ini, Pemkab Bogor juga akan bekerja sama dengan Taman Safari Indonesia dalam hal penyediaan satwa.
“Kita kerja sama dengan Taman Safari Indonesia. Jenis hewannya akan beragam, tergantung hasil DED nanti, hewan apa saja yang akan ditempatkan di sana,” jelasnya.
Eko menjelaskan, bahwa lokasi Bogor Bird Zoo akan terintegrasi dengan kawasan Hutan Kota yang berada di sekitar area makam umum di wilayah Pakansari. Nantinya, area hutan kota tersebut akan menjadi bagian dari konsep taman burung tersebut.
“Nanti Bogor Bird Zoo akan menyatu dengan hutan kota, posisinya di samping makam dan mengelilingi area makam itu. Sekarang kami juga sedang melakukan pengukuran dan verifikasi luas tanah, termasuk batas-batas tanah wakaf masyarakat yang digunakan sebagai area makam,” terangnya.
Menurutnya, proses pengukuran ini penting agar luasan lahan dan batas wilayah proyek dapat diketahui secara pasti sebelum perencanaan DED diselesaikan.
“Kami sedang melakukan verifikasi dan identifikasi luasan lahan makam milik masyarakat, supaya jelas batas-batasnya dan tidak menimbulkan persoalan ke depan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan bahwa lahan yang digunakan untuk pembangunan Bogor Bird Zoo yaitu milik aset Pemkab Bogor.
“Bogor Bird Zoo tidak hanya akan menjadi tempat rekreasi, tapi juga pusat edukasi dan pembinaan bagi masyarakat, komunitas pecinta hewan, serta ruang belajar tentang pentingnya konservasi alam,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (18/10/25).
Namun, Rudy menyebut, konsep Bogor Bird Zoo dirancang agar bisa menampung sebanyak seratus kandang hewan dengan desain alami yang menyatu dengan lanskap hutannya serta sungai.
“Harapan kami, Bogor Bird Zoo dapat menjadi ikon baru konservasi dan rekreasi edukatif di Kabupaten Bogor,” imbuhnya.
(Pandu)







