Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas masyarakat Desa Tlajung Udik, ada satu momentum yang berhasil menyatukan antusiasme warga, terutama para pemudanya.
Turnamen Badminton Antar Pokja yang digelar Karang Taruna Desa Tlajung Udik tidak hanya menghadirkan persaingan sportif, tetapi juga memunculkan energi kebersamaan yang jarang terlihat di kegiatan lain.
Salah satu pemuda Karang Taruna Unit 19, Andri Wijaya, merasakan betul bagaimana kegiatan ini menjadi ruang positif bagi generasi muda.
Baginya, turnamen bukan sekadar kompetisi. Ada semangat kolektif yang bangkit dari para peserta, penonton, hingga panitia yang bekerja tanpa lelah.
“Menurut saya kegiatan seperti ini sangat berarti. Pemuda jadi punya tempat untuk bergerak, berinteraksi, dan menunjukkan minatnya lewat olahraga. Kebersamaannya terasa sekali,” ujar pria yang kerap disapa Konde kepada SuaraBotim.Com, Sabtu (8/11/25).
Turnamen ini mempertemukan berbagai pokja yang berada di Desa Tlajung Udik. Mereka datang bukan hanya untuk menang, tetapi untuk membangun relasi yang lebih kuat antar wilayah.
Suasana GOR Griya Bukit Jaya setiap pertandingan berlangsung penuh sorak, tawa, bahkan tegang sesekali. Semua bercampur menjadi dinamika khas kompetisi yang sehat.
Di balik pertandingan yang ramai, panitia dari Karang Taruna Desa Tlajung Udik menyiapkan seluruh kebutuhan teknis, mulai dari screening pemain, pengundian pertandingan, hingga penetapan regulasi yang disepakati bersama. Konde menilai kerja keras ini pantas mendapat apresiasi.
“Kita bisa lihat sendiri bagaimana panitia bekerja rapih. Ini bukti kalau pemuda desa sebenarnya punya kemampuan mengelola kegiatan besar. Tinggal diberikan wadah, hasilnya bisa maksimal,” katanya.
Lebih dari itu, Konde berharap turnamen ini bisa rutin digelar dan bahkan diperluas menjadi agenda olahraga desa setiap tahunnya. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu melahirkan bibit-bibit atlet yang sebelumnya tidak terlihat.
“Banyak yang sebenarnya punya bakat, hanya tidak tahu harus mulai dari mana. Turnamen ini bisa jadi langkah awal untuk mereka berkembang,” ucapnya.
Turnamen Badminton Antar Pokja Desa Tlajung Udik akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda olahraga.
Ia menjadi cermin semangat pemuda, wadah kreativitas, dan ruang berkumpul yang memulihkan kembali ruh kebersamaan di tengah kehidupan desa.
Saat sorak-sorai pertandingan menggema, satu pesan terasa jelas. Pemuda Tlajung Udik tidak hanya siap berkompetisi. Mereka siap maju, membangun, dan menjadi bagian penting dari masa depan desanya.
(Pandu)







