SUARABOTIM.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) kembali menggelar Gelar Inovasi Daerah (GID) 2025, sebuah ajang tahunan yang telah memasuki tahun ke-10 sebagai ruang lahirnya berbagai gagasan, karya, dan terobosan kreatif dari seluruh lapisan masyarakat. Tahun ini, GID mengusung tema Inovasi sebagai Pintu Gerbang Menuju Kabupaten Bogor Istimewa dan Gemilang.
Ketua Panitia GID 2025 Bambam Setia Aji, menyampaikan bahwa gelaran tahun ini mencatat rekor partisipasi, yakni 224 inovasi yang datang dari perangkat daerah, puskesmas, pelajar, mahasiswa, perguruan tinggi, peneliti, hingga masyarakat umum.
Selain enam kategori utama, kata Bambam, GID 2025 juga menghadirkan program baru Pemilihan Duta Inovasi Desa, yang diikuti 15 inovasi mahasiswa peserta KKN.
“Seluruh inovasi diseleksi sejak Mei hingga Oktober melalui empat tahapan, yaitu pendaftaran, seleksi administrasi, presentasi inovasi, serta fact finding oleh tim penilai yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, dan dunia usaha. Dari proses tersebut, terpilih sejumlah inovasi terbaik yang menerima penghargaan pada malam puncak GID,” jelasnya.
Bupati Bogor Rudy Susmanto yang hadir diacara tersebut memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah menyumbangkan gagasan dan karya nyata bagi peningkatan pelayanan publik hingga pembangunan daerah.
Menurutnya, inovasi tidak hanya sebatas ide baru, tetapi keberanian untuk berubah dan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kabupaten Bogor tidak bisa lagi bertumpu pada pola lama. Kita membutuhkan cara-cara baru yang lebih cepat, tepat, dan berdampak. Kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh besar anggaran, melainkan kecerdasan dalam mengelolanya,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa penghargaan GID bukan tujuan akhir, melainkan pemicu semangat agar inovasi terus dikembangkan, direplikasi, dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk menjadikan inovasi sebagai budaya kerja, bukan sekadar program tahunan.
“Inovasi yang baik adalah inovasi yang mampu memperkuat pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan adaptif,” paparnya.
Tak hanya itu, Ia juga mendorong pelajar dan mahasiswa untuk menjadi agen perubahan melalui kreativitas dan pemanfaatan teknologi.
“Kabupaten Bogor tidak bisa dibangun oleh satu orang atau satu kelompok. Kabupaten Bogor harus dibangun dalam semangat kebhinekaan oleh orang-orang yang mencintainya dengan hati, jiwa, pikiran, dan perasaan,” pungkasnya.
(Retza)







