Cibinong, SuaraBotim.Com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 1.785 kejadian bencana terjadi sepanjang tahun 2025.
Ribuan kejadian tersebut tersebar di hampir 40 kecamatan dengan berbagai jenis bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, mengatakan bahwa hingga Desember 2025, bencana yang terjadi didominasi oleh kejadian alam dan nonalam dengan total delapan jenis bencana.
“Sepanjang 2025 cukup banyak kejadian, tercatat ada 1.785 kejadian yang tersebar hampir di 40 kecamatan,” katanya kepada SuaraBotim.Com, Senin (29/12/2025).
“Jenis bencananya beragam, mulai dari tanah longsor, banjir, kebakaran hutan dan lahan, angin kencang, pergerakan tanah, gempa bumi, hingga bencana nonalam lainnya,” sambungnya.
Ade menjelaskan, dampak bencana paling banyak dirasakan pada kawasan permukiman warga. Selain itu, sektor pendidikan juga turut terdampak.
“Untuk fasilitas pendidikan, tercatat ada 32 sekolah tingkat SD dan SMP yang terdampak bencana,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dampak kerusakan yang dialami cukup beragam, mulai dari rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat. Mayoritas kerusakan disebabkan oleh angin kencang dan tanah longsor.
“Terdampaknya macam-macam, rata-rata akibat angin kencang dan longsor. Alhamdulillah kami terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, ada yang langsung ditangani tahun ini dan ada juga yang penanganannya dilanjutkan tahun depan,” jelasnya.
Untuk wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi, Ade menyebutkan, bahwa wilayah selatan Kabupaten Bogor masih menjadi daerah paling rawan bencana. Sementara itu, jumlah kejadian paling rendah tercatat di Kecamatan Parung Panjang.
“Sebarannya hampir merata, tapi yang terbanyak memang di wilayah selatan. Sedangkan yang paling rendah berada di Parung Panjang,” pungkasnya.
(Pandu)







