Cibinong, SuaraBotim.Com – Pembangunan Pasar Petani Garuda di Kabupaten Bogor telah mencapai 100 persen pada tahap pertama.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memastikan masih akan ada pekerjaan lanjutan pada tahap berikutnya untuk menyempurnakan fasilitas pasar tersebut.
Pantauan di lokasi, meski telah rampung 100 persen, beberapa pekerja masih melakukan pekerjaan di sekitar Pasar Petani Garuda seperti melakukan pembersihan dan finishing.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, mengatakan bahwa pekerjaan yang ada saat ini memang baru tahap awal sesuai dengan perencanaan.
“Untuk tahap pertama, Pasar Petani Garuda sudah 100 persen selesai. Memang pembangunannya baru sampai di situ dulu,” ujar Eko Mujiarto kepada SuaraBotim.Com, Senin (5/1/26).
Ia menjelaskan, pada tahap selanjutnya Pemkab Bogor akan fokus pada pekerjaan perapihan dan peningkatan fasilitas pendukung, seperti pembuatan turap untuk mencegah potensi longsor serta perbaikan dan pembangunan saluran drainase.
“Nanti di tahap berikutnya akan ada penurapan karena ada kekhawatiran longsor, kemudian pembuatan dan perbaikan drainase atau saluran air,” jelasnya.
Selain itu, Eko juga menyebutkan, fasilitas penunjang lainnya belum dibangun pada tahap pertama dan akan direalisasikan pada tahap lanjutan.
“Fasilitas seperti toilet dan musala memang belum ada, itu nanti menyusul di tahap berikutnya,” tambahnya.
Menurut Eko, rencana pekerjaan tahap kedua Pasar Petani Garuda ditargetkan masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2026, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada.
“Rencananya di 2026, kita harapkan ada ketersediaan anggaran untuk melanjutkan pembangunan di sesi atau tahap kedua,” ujarnya.
Meski masih menunggu penyempurnaan tahap lanjutan, Pasar Petani Garuda tidak harus menunggu tahap kedua selesai untuk mulai beroperasi. Pemkab Bogor akan segera melakukan pembahasan terkait pengisian lapak oleh para pedagang.
“Tidak harus menunggu tahap kedua. Setelah kita diskusikan siapa saja yang akan mengisi, minggu depan sudah mulai kita susun. Jadi pasar bisa mulai berjalan tanpa menunggu pembangunan tahap selanjutnya,” pungkas Eko Mujiarto.
(Pandu)







