Cileungsi, SuaraBotim.Com – Menjelang pertandingan lanjutan Super League, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta, Polsek Cileungsi meningkatkan pengamanan wilayah.
Pertandingan bergengsi tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu, 11 Januari 2026.
Wilayah Cileungsi diketahui sebagai salah satu daerah perbatasan yang rawan terjadinya bentrokan antar pendukung kedua tim.
Oleh karena itu, jajaran kepolisian melakukan langkah antisipatif guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana pengamanan secara menyeluruh, termasuk menerbitkan surat perintah (sprin) bagi personel yang terlibat.
“Polsek Cileungsi sudah menyiapkan rencana pengamanan. Kami fokuskan pada titik-titik atau kantong-kantong yang biasa digunakan untuk keberangkatan suporter ke GBLA maupun lokasi nonton bareng (nobar),” ujar Kompol Edison kepada SuaraBotim.Com, Sabtu (10/1/2026).
Ia menjelaskan, untuk keberangkatan suporter Persib ke Bandung, pihaknya telah mengonfirmasi satu titik keberangkatan di Terminal Cileungsi pada Minggu pagi pukul 07.00 WIB.
Rencananya, lanjut Kompol Edison, satu unit bus dengan jumlah sekitar 60 orang suporter akan berangkat menuju GBLA.
“Keberangkatan ini akan kami pantau mulai dari persiapan, perjalanan, hingga kembali lagi ke Cileungsi. Semua akan dikawal anggota,” jelasnya.
Selain keberangkatan ke stadion, Polsek Cileungsi juga mengamankan kegiatan nonton bareng yang terkonfirmasi di Warung Kopi Citraland pada Minggu pukul 15.00 WIB. Kegiatan tersebut diperkirakan diikuti sekitar 80 orang.
“Alhamdulillah, sudah kami terbitkan sprin dan anggota akan ikut mengamankan kegiatan nobar tersebut,” jelas Kompol Edison.
Ia menegaskan, pengamanan tidak hanya dilakukan untuk pendukung Persib, tetapi juga terhadap suporter Persija apabila terkonfirmasi berkegiatan di wilayah Cileungsi. Anggota akan disebar ke sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi nobar untuk mengantisipasi gesekan.
Terlebih, Kompol Edison menyampaikan, bahwa pada prinsipnya nonton bareng diperbolehkan, selama tidak menimbulkan kerawanan.
“Nobar boleh, tidak ada masalah. Bisa di kafe, warung, rumah, atau tempat lainnya. Namun, jika mengundang orang banyak dan berpotensi menimbulkan kerawanan, maka pasti ada kehadiran petugas,” tegasnya.
Pengamanan akan dilakukan sejak kegiatan dimulai hingga seluruh peserta benar-benar membubarkan diri.
Hal yang sama juga diterapkan bagi suporter yang berangkat langsung ke stadion, mulai dari titik kumpul, perjalanan, hingga kepulangan.
Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau agar suporter tidak menggunakan atribut atau jersey saat perjalanan pulang, baik dari stadion maupun dari lokasi nobar, guna menghindari potensi konflik.
“Kami sarankan untuk tidak menggunakan jersey, terutama saat pulang. Ini untuk menghindari ekses atau fanatisme berlebihan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kompol Edison juga menekankan, bahwa penyelenggara nobar tidak perlu mengajukan izin resmi, namun wajib memberitahukan kepada pihak kepolisian.
“Bukan izin, tapi memberitahu. Informasikan jumlah peserta, waktu pelaksanaan, dan siapa yang bertanggung jawab. Dengan begitu kami bisa menyiapkan pengamanan,” katanya.
Saat ini, terdapat dua titik kegiatan pendukung Persib yang telah terkonfirmasi di wilayah Cileungsi, yakni keberangkatan suporter dari Terminal Cileungsi dan nobar di Warung Kopi Citraland.
Untuk pengamanan, Polsek Cileungsi menurunkan sekitar 12 personel, dibantu oleh Bhabinkamtibmas. Personel akan disesuaikan dengan situasi di lapangan, termasuk patroli mobile ke titik-titik rawan lainnya.
Sebagai penutup, Kompol Edison mengimbau, kepada seluruh suporter agar menjaga ketertiban dan keamanan.
“Silakan bergembira dan mendukung tim masing-masing, tapi jangan mengonsumsi minuman keras, jangan fanatisme berlebihan, dan jangan saling mengejek. Kita semua satu warga Cileungsi, satu Jawa Barat, dan satu Indonesia,” pungkasnya.
(Pandu)







