Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Kepala Sekolah SMAN 2 Gunung Putri, Dede Sahidin, menyiapkan kelas alternatifguna menjamin keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM) setelah atap tiga ruang kelas ambruk di lingkungan sekolah tersebut.
Dede Sahidin mengatakan, meski terdapat tiga ruang kelas yang tidak dapat digunakan akibat kerusakan, pihak sekolah telah menyiapkan sejumlah opsi ruang pengganti yang dinilai aman.
“Sebetulnya kami punya alternatif. Kami pastikan dulu ruang-ruang lain aman. Jika sudah dinyatakan aman, ada tiga ruang cadangan yang bisa digunakan, seperti laboratorium komputer dan perpustakaan, serta ruangan lain yang tersedia,” ujar Dede Sahidin kepada SuaraBotim.Com, Jumat (23/1/2026).
Ia menegaskan, penggunaan ruang alternatif tersebut tetap menunggu izin dan rekomendasi dari tim teknis, guna memastikan keselamatan seluruh siswa dan tenaga pendidik.
Namun, Dede menyebut gedung tersebut dibangun sekitar tahun 2015–2016, berdasarkan informasi yang diterimanya.
“Menurut informasi yang saya terima, bangunan itu sekitar tahun 2015 atau 2016,” katanya.
Untuk nilai total kerugian, pihak sekolah belum dapat melakukan perhitungan secara pasti dan masih menunggu hasil kajian dari tim ahli.
Dede menjelaskan, kerusakan terjadi pada bagian genting dan struktur atap, sementara kondisi dinding bangunan masih dinilai aman. Ruang kelas yang terdampak digunakan oleh siswa kelas XII, VII, VIII, dan IX.
“Kerusakannya pada genting dan bangunan atap. Kalau tembok masih aman,” ujarnya.
Berdasarkan rekaman CCTV sekolah, peristiwa ambruknya atap terjadi sekitar pukul 03.50 WIB saat kondisi hujan. Kerusakan terjadi secara beruntun dari satu ruang kelas ke ruang kelas lainnya.
“Di CCTV terlihat kejadiannya sekitar jam 03.50 WIB, kondisi sedang hujan. Awalnya dari satu ruang kelas, lalu merembet ke ruang kelas lain,” katanya.
Sekitar pukul 04.30 WIB, penjaga sekolah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak sekolah setelah mengetahui atap gedung telah ambruk.
Peristiwa ini telah dilaporkan ke Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan wilayah I Jawa Barat dan diteruskan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurut Dede, respons dari pemerintah sangat cepat, termasuk dalam penyusunan kronologi dan berita acara kejadian.
“Laporan sudah kami sampaikan ke KCD dan diteruskan ke Provinsi Jawa Barat. Responsnya sangat cepat, kami diminta membuat kronologi dan berita acara. Yang terpenting, tidak ada korban,” jelas dia.
Dede juga menekankan, pentingnya keselamatan siswa sebagai prioritas utama. Oleh karena itu, sesuai arahan Camat Gunung Putri, seluruh siswa dipulangkan dan diliburkan sementara.
“Kami sampaikan kepada anak-anak bahwa keselamatan adalah nomor satu. Mulai Senin dan seterusnya siswa kami liburkan dulu sambil menunggu tim teknis mengizinkan kegiatan belajar kembali,” tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan belajar mengajar akan kembali dilaksanakan setelah ada instruksi resmi dari tim teknis yang menyatakan bangunan sekolah aman digunakan.
“KBM akan dimulai kembali setelah ada instruksi dari tim teknis bahwa gedung ini dinyatakan aman,” pungkasnya.
(Pandu)







