Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, meminta seluruh perusahaan dan masyarakat untuk menaati aturan pembuangan limbah menyusul peristiwa kematian massal ribuan ikan di Situ Citongtut, Kabupaten Bogor.
Kurnia Indra mengatakan, saat kejadian pihak kecamatan langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada pimpinan daerah, termasuk Bupati Bogor.
Menurutnya, lanjut Kurnia Indra, Bupati Bogor telah merespons cepat dan langsung menaruh perhatian serius terhadap persoalan tersebut.
“Pada saat kejadian kami langsung melaporkan ke pimpinan, ke Pak Bupati. Beliau langsung merespons dan konsen terhadap masalah ini, sehingga segera menurunkan tim,” ujar pria yang kerap disapa Eeng kepada SuaraBotim.Com, Selasa (27/1/2026).
Ia berharap, peristiwa kematian ikan massal tersebut dapat diinvestigasi secara menyeluruh oleh instansi terkait. Saat ini, proses pengambilan sampel tengah dilakukan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
“Harapan saya, ini bisa diinvestigasi dan diselidiki. Hari ini dilakukan pengambilan sampel air, sampel sedimentasi, dan juga sampel ikan,” jelasnya.
Eeng juga menegaskan, hasil investigasi diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Namun, ia meminta pihak perusahaan agar benar-benar menaati aturan dan tidak lagi membuang limbah ke saluran air yang bermuara ke Situ Citongtut.
“Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi. Dari pihak perusahaan bisa taat pada aturan dan tidak lagi membuang limbah ke saluran sampai ke situ,” tegasnya.
Selain perusahaan, Eeng juga menyoroti peran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Ia mengatakan pihak kecamatan akan melakukan edukasi kepada warga agar limbah rumah tangga dapat dikurangi.
“Dari rumah tangga juga nanti akan kita edukasi. Mudah-mudahan bisa mengurangi limbah dan buangannya,” katanya.
Terkait penegakan hukum, Eeng menegaskan, bahwa pihaknya berharap hasil investigasi dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami mohon dari hasil ini ada penegakan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Eeng juga mengingatkan, bahwa kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2022 dan telah ditindaklanjuti oleh pemerintah. Sementara pada periode 2023 hingga 2025, kondisi Situ Citongtut terbilang relatif aman.
“Terakhir kejadian itu 2022. Dari 2023, 2024, sampai 2025 relatif aman. Sekarang kita lihat dulu. Kita tidak bisa langsung menyampaikan yang salah itu perusahaan, makanya kita tunggu hasil investigasi dari DLH,” pungkasnya.
(Pandu)







