SUARABOTIM.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat menangani tumpukan sampah yang menyumbat aliran Kali Baru di kawasan Jalan Raya Bogor–Jakarta, Kecamatan Cibinong.
Penanganan dilakukan dengan menurunkan alat berat sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat sekaligus upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi potensi banjir.
Aksi bersih-bersih yang berlangsung pada Jumat (10/7/26) tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor bersama jajaran perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, serta melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Selain membersihkan aliran sungai, Pemkab Bogor juga melakukan penataan kawasan melalui pengecatan kanstin, pengecatan trotoar, pembersihan sampah di sepanjang Jalan Raya Bogor–Jakarta, hingga memperbaiki sejumlah titik trotoar yang belum tersambung.
Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan, seluruh kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto agar seluruh perangkat daerah bergerak bersama memberikan pelayanan terbaik sekaligus menciptakan kawasan perkotaan yang bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat.
“Sejak pagi kami melakukan beautifikasi berupa pengecatan kanstin, pengecatan trotoar, serta pembersihan sampah di sepanjang Jalan Raya Bogor. Semua hal yang membuat koridor Jalan Raya Bogor kurang estetik kami tata agar menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman,” ujarnya.
Dalam peninjauan di lapangan, tim menemukan aliran Kali Baru tersumbat akibat tumpukan sampah dalam jumlah besar. Berdasarkan hasil identifikasi, volume sampah diperkirakan mencapai sekitar 50 hingga 60 truk.
Sekda mengatakan, proses pengangkutan sampah diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga hari dengan melibatkan berbagai instansi agar penanganan dapat dilakukan secara maksimal.
“Kami menemukan adanya sumbatan pada aliran Kali Baru akibat tumpukan sampah yang sangat banyak. Kami perkirakan diperlukan sekitar 50 hingga 60 truk untuk mengangkut seluruh sampah tersebut. Penanganannya akan kami lanjutkan selama dua sampai tiga hari ke depan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penanganan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), hingga Kementerian PU.
Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat penyelesaian persoalan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik di Kabupaten Bogor.
Di sisi lain, Ajat juga mengingatkan, menjaga kebersihan sungai bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Ia mengimbau warga untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai karena dampaknya akan dirasakan hingga ke wilayah hilir.
“Air akan mengalir dari hulu hingga ke hilir. Kalau membuang sampah ke sungai, maka sampah itu juga akan terbawa sampai ke hilir. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat, baik yang tinggal di sepanjang bantaran sungai maupun di wilayah hulu, untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya.
Namun, Ajat juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga potensi Kabupaten Bogor.
“Mari bersama-sama mencintai Kabupaten Bogor. Potensi daerah ini sangat besar, namun apabila tidak dijaga oleh seluruh pihak tentu akan menjadi pekerjaan yang berat. Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus responsif dan hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagaimana arahan Bapak Bupati Rudy Susmanto,” katanya.
(Pandu)







