Sentul, SuaraBotim.Com – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC) berlanjut ke sesi krusial pada Senin (2/2/2026). Di tengah padatnya agenda, Presiden Republik Indonesia menyempatkan diri memberikan arahan lanjutan kepada para kepala daerah usai memimpin Rapat Terbatas (Ratas) Satgas Penanganan Bencana.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, mengungkapkan bahwa kehadiran Presiden di mimbar rakornas membawa pesan-pesan strategis yang harus segera dieksekusi di tingkat daerah.
“Tadi Presiden langsung memimpin Ratas Satgas Bencana, lalu beliau melanjutkan memberikan arahan kembali kepada para bupati, wali kota, dan gubernur,” ujar Bima Arya di sela-sela kegiatan.
Bima Arya merinci setidaknya ada tiga poin besar yang ditekankan oleh Kepala Negara. Pertama, terkait kewaspadaan terhadap kondisi geopolitik global agar daerah tidak terjebak pada kepentingan asing yang merugikan nasional. Kedua, penegasan terhadap penguatan budaya antikorupsi di lingkungan birokrasi.
Poin ketiga yang cukup menarik perhatian adalah instruksi mengenai Gerakan ASRI (Aman, Resik, Indah). Presiden menginginkan kota-kota di Indonesia memiliki standar kebersihan dan ketertiban yang tinggi.
“Nanti kita pastikan semua kepala daerah mengeksekusi arahan itu. Bagaimana menjadikan kota-kota kita lebih bersih, tertata, dan aman. Kami masih menunggu detail arahan lanjutan lainnya dari beliau,” jelas mantan Wali Kota Bogor tersebut.
Menanggapi isu berkurangnya jumlah peserta di hari kedua, Bima Arya meluruskan bahwa hal tersebut disebabkan faktor situasi darurat di sejumlah wilayah. Ada kepala daerah yang harus fokus menangani bencana banjir di daerahnya sehingga hanya bisa mengirimkan perwakilan.
“Hanya berkurang beberapa karena faktor musibah dan kondisi bencana yang tidak bisa ditinggalkan. Meski begitu, jika dibandingkan tahun lalu, tingkat kedisiplinan dan partisipasi peserta tahun ini justru jauh lebih meningkat dan sangat baik,” tegasnya.
Bima Arya berharap, melalui Rakornas ini, tidak ada lagi sumbatan komunikasi antara kebijakan pusat dan implementasi di daerah, terutama dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
(Retza)







