Tajurhalang, SuaraBotim.Com – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan almarhumah Meriyati Roeslani Hoegeng atau Eyang Meri Hoegeng.
Ahok menilai Eyang Meri bukan hanya sosok teladan bangsa, tetapi juga telah menjadi figur orang tua yang selalu menanamkan nilai kejujuran dan keberanian dalam kebenaran.
Ahok mengaku turut mendampingi Eyang Meri Hoegeng di ruang perawatan intensif hingga menghembuskan napas terakhirnya. Kepergian Eyang Meri berlangsung dengan sangat tenang dan penuh ketulusan.
“Kemarin saya juga menunggu di ICU sampai beliau berpulang dengan sangat tenang. Saya percaya Tuhan pasti menyediakan tempat terbaik untuk Ibu Meri,” ujar Ahok kepada SuaraBotim.Com, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, semasa hidup Eyang Meri Hoegeng kerap memberikan nasihat dan pesan moral, baik secara lisan maupun tulisan, agar selalu hidup bersih, jujur, adil, serta berani membela kebenaran demi prinsip kemanusiaan.
“Beliau seperti orang tua yang selalu mengingatkan, memberi tulisan agar kita tetap bersih, jujur, adil, dan berani untuk kebenaran serta kemanusiaan. Itu yang terus beliau harapkan kita lakukan,” ungkapnya.
Namun, Ahok juga mengaku, selalu menyertakan doa untuk Eyang Meri dalam doa paginya, sebagaimana ia mendoakan orang tuanya sendiri.
Ia bersyukur, dapat mendampingi hingga saat-saat terakhir serta mengantarkan almarhumah ke tempat peristirahatan terakhir.
Dalam kenangannya, Eyang Meri Hoegeng menunjukkan perhatian tulus kepadanya, termasuk saat ia menjalani masa penahanan.
“Waktu saya ditahan, beliau memasak dan mengirimkan makanan. Bahkan beliau datang langsung untuk mengantarkannya,” kenang Ahok.
Wafatnya Meriyati Roeslani Hoegeng dinilai menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, namun nilai kejujuran, keberanian, dan keteladanan yang diwariskannya diharapkan terus hidup dan diteruskan oleh generasi penerus.
(Pandu)







