Cibinong, SuaraBotim.Com – Belakangan ini, isu mengenai merebaknya Virus Nipah mulai menjadi buah bibir dan memicu kekhawatiran publik. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak cepat memberikan klarifikasi guna meredam kepanikan warga.
Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, menegaskan bahwa hingga saat ini Kabupaten Bogor masih berada dalam Zona Hijau. Berdasarkan data nasional, belum ditemukan satu pun kasus konfirmasi penyakit tersebut pada manusia di wilayah Indonesia, termasuk di Bogor.
“Berdasarkan hasil sosialisasi bersama Kementerian Kesehatan RI, dijelaskan bahwa saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi Virus Nipah di Kabupaten Bogor. Jadi masyarakat tidak perlu panik berlebihan,” ujar dr. Fusia, Jumat (6/2/2026).
Meski aman, dr. Fusia menjelaskan bahwa Virus Nipah bukan hal yang bisa disepelekan. Virus ini berasal dari kelelawar buah dan bisa menular ke manusia melalui perantara hewan lain seperti babi, atau makanan yang terkontaminasi.
“Gejalanya beragam, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan hingga berat, bahkan radang otak (ensefalitis) yang berisiko kematian. Penularan bisa terjadi lewat kontak erat dengan penderita atau mengonsumsi buah yang sudah terpapar air liur kelelawar,” jelasnya.
Sebagai langkah mitigasi, dr. Fusia membagikan beberapa tips praktis bagi masyarakat untuk menghindari risiko penularan:
-
Hindari Air Nira Mentah: Jangan mengonsumsi nira atau air aren yang diambil langsung dari pohon tanpa dimasak.
-
Sortir Buah: Cuci dan kupas buah secara menyeluruh. Segera buang jika terdapat tanda bekas gigitan hewan (kelelawar).
-
Daging Matang: Pastikan mengonsumsi daging ternak dalam kondisi benar-benar matang.
-
PHBS: Rajin mencuci tangan dengan sabun dan menjaga kebersihan lingkungan kandang hewan.
“Intinya adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Jika lingkungan bersih dan daya tahan tubuh terjaga dengan gizi seimbang, risiko penularan penyakit apapun bisa diminimalisir,” pungkasnya.
(Retza)







