Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Karang Taruna Unit 19 Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor menggelar kegiatan bersih-bersih musala di wilayah RW 19, Minggu (15/2/2026).
Aksi gotong royong tersebut melibatkan para pemuda bersama warga setempat untuk membersihkan seluruh area musala, baik bagian dalam maupun luar.
Mulai dari menyapu dan mengepel lantai, membersihkan karpet, tempat wudhu, hingga merapikan halaman sekitar tempat ibadah dilakukan secara bersama-sama demi menciptakan suasana yang bersih dan nyaman.
Ketua Karang Taruna Unit 19, Udin mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemuda terhadap kebersihan lingkungan sekaligus persiapan menyambut Ramadan agar masyarakat dapat beribadah dengan lebih khusyuk.
“Kami ingin memastikan musala dalam kondisi bersih dan nyaman agar masyarakat bisa beribadah dengan khusyuk selama bulan Ramadan. Ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong di kalangan pemuda,” ujar pria yang kerap disapa Evank kepada SuaraBotim.Com, Senin (16/2/2026).
Menurut Evank, kegiatan sosial seperti ini akan terus digalakkan, tidak hanya menjelang hari besar keagamaan, tetapi juga dalam berbagai agenda kemasyarakatan lainnya di Desa Tlajung Udik.
“Ini bukan sekadar bersih-bersih, tetapi juga membangun rasa tanggung jawab sosial di kalangan generasi muda. Pemuda harus menjadi motor penggerak kegiatan positif di lingkungan. Dengan aksi sederhana seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa Karang Taruna hadir dan bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Hubungan Masyarakat (Humas) Karang Taruna Unit 19, Yana menambahkan bahwa kegiatan bersih-bersih musala ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga kebersihan tempat ibadah.
“Kami ingin menanamkan nilai kepedulian sejak dini kepada para pemuda bahwa menjaga kebersihan musala adalah tanggung jawab bersama. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi contoh dan menginspirasi lingkungan RW lainnya,” ujar Yana.
Yana juga berharap, kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi budaya positif di tengah masyarakat.
“Semoga kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi lingkungan lainnya, bahwa menyambut Ramadan tidak hanya dengan persiapan pribadi, tetapi juga dengan memperhatikan kebersihan dan kenyamanan fasilitas ibadah bersama,” pungkasnya.
(Pandu)







