Cibinong, SuaraBotim.Com – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmennya untuk melakukan revolusi pengelolaan sampah di wilayahnya dari tingkat hulu. Hal ini disampaikan Rudy menanggapi peringatan keras Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, terkait ancaman kelebihan muatan (overload) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara nasional pada tahun 2028.
Saat mendampingi Menteri LH di kawasan Car Free Day (CFD) Cibinong, Minggu (15/2/2026), Rudy menyampaikan bahwa dukungan dari pemerintah pusat menjadi penguat moral bagi jajaran Pemkab Bogor untuk bergerak lebih cepat.
“Kehadiran Pak Menteri menjadi suntikan semangat bagi kami. Kabupaten Bogor punya posisi strategis sebagai hulu dari sejumlah sungai besar, termasuk Ciliwung. Kita punya tanggung jawab moral agar sampah dari sini tidak mencemari wilayah hilir,” ujar Rudy Susmanto.
Rudy menyadari, dengan populasi mencapai 6 juta jiwa, timbulan sampah harian di Kabupaten Bogor menjadi tantangan raksasa. Namun, merujuk pada arahan Presiden melalui Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), ia berkomitmen menggerakkan seluruh lini pemerintahan hingga tingkat desa.
“Instruksi Bapak Presiden sangat jelas, semua harus memberi contoh. Kami akan pastikan pengelolaan sampah tidak lagi hanya bertumpu pada TPA, tapi selesai di tingkat komunitas melalui perubahan perilaku masyarakat dan tata kelola yang lebih modern,” tegasnya.
Sebelumnya, Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq mewanti-wanti bahwa hampir seluruh TPA di Indonesia yang rata-rata sudah berusia 17 tahun akan mengalami overload dalam dua tahun ke depan. Hanif meminta para kepala daerah, termasuk Bupati Bogor, untuk memprioritaskan penyelesaian sampah di hulu sebelum target RPJMN 2029 tiba.
Menanggapi hal itu, Rudy Susmanto optimis bahwa dengan sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat, Kabupaten Bogor mampu mengelola sampahnya secara komprehensif sekaligus menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan Indonesia.
(Aga)







