SUARABOTIM.COM – Tradisi adu kuluwung atau adu karbit di kawasan Cariu, Kabupaten Bogor, terus menarik perhatian wisatawan, termasuk pengunjung dari luar daerah seperti Jakarta.
Momen pesta rakyat ini dimanfaatkan sebagai ajang hiburan sekaligus pengalaman budaya yang tidak ditemukan di tempat lain.
Salah seorang pemuda asal Jakarta, Idoy mengaku, sengaja datang untuk menyaksikan langsung tradisi tersebut berlibur setelah lebaran.
“Ya, ke sini buat liburan saja, setahun sekali. Setahu saya acara ini hampir setiap tahun ada, kadang bergantian. Jadi sekalian saja datang untuk menikmati suasananya,” ujar Idoy kepada SuaraBotim.Com, Selasa (24/3/2026).
Ia mengungkapkan, perjalanan menuju lokasi tidaklah singkat. Bahkan, dirinya sudah berangkat dari Jakarta sejak sehari sebelumnya demi bisa mengikuti rangkaian acara adu kuluwung.
“Kalau saya sih sudah biasa, cuma kebetulan tadi berangkat dari Jakarta, malah dari kemarin karena kan acara ini mulainya kemarin dan terkahir hari ini. Ya kesini intinya sih seru-seruan saja, karena di tempat lain tidak ada, cuma di sini saja,” katanya.
Menurut Idoy, tradisi adu kuluwung memiliki daya tarik tersendiri karena keunikannya serta nilai kebersamaan yang tercipta di tengah masyarakat.
Namun, ia juga berharap, kegiatan pesta rakyat seperti ini bisa terus dilestarikan dan digelar secara rutin.
“Kalau menurut saya perlu sering diadakan. Selain buat hiburan, ini juga jadi ajang silaturahmi antarwarga. Memang ada sisi negatif dan positifnya, tapi yang positifnya jelas terasa, seperti kebersamaan dari desa ke desa, warga bisa berkumpul dan bersatu,” ungkapnya.
Tradisi adu kuluwung sendiri merupakan salah satu warisan budaya khas Bogor Timur yang rutin digelar usai Hari Raya Idulfitri.
Selain menjadi hiburan masyarakat lokal, kegiatan ini kini juga berkembang menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mendatangkan pengunjung dari berbagai daerah.
(Pandu)







