SUARABOTIM.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menghadirkan inovasi digital bertajuk “Ngupahan”, sebuah sistem pengelolaan sisa pangan (food waste) yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus membangun budaya tidak boros pangan.
“Ngupahan” merupakan konsep pengelolaan sisa makanan, baik yang masih layak konsumsi (edible food waste) maupun yang tidak layak (inedible food waste), dengan pendekatan ekonomi sirkular berbasis aplikasi digital.
Sistem ini mengintegrasikan masyarakat, komunitas, hingga kelembagaan desa dalam satu ekosistem yang terukur, partisipatif, dan berkelanjutan.
Program ini bertujuan mengubah pola perilaku masyarakat dalam mengelola pangan, mulai dari mencegah sisa makanan, memanfaatkan kelebihan pangan, hingga mengolah sampah organik langsung dari sumbernya.
Dengan demikian, masyarakat tidak lagi hanya menjadi objek, tetapi juga pelaku utama dalam upaya pengurangan pemborosan pangan.
Kepala DKP Kabupaten Bogor, Teuku Mulya menegaskan, tantangan terbesar dalam pengelolaan food waste adalah mengubah budaya masyarakat.
“Kita ingin membangun kebiasaan agar masyarakat tidak boros pangan dan mampu mengelola sisa makanan secara bijak. Ini bukan sekadar persoalan sampah, tetapi soal kesadaran bersama,” ujarnya, Rabu (6/5/26).
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dalam program ini memungkinkan perubahan perilaku dilakukan secara bertahap dan terukur.
“Kami mendorong masyarakat untuk aktif memilah, memanfaatkan, hingga mengelola sisa pangan. Semua aktivitas tercatat dalam sistem, sehingga ada edukasi sekaligus motivasi melalui insentif,” terangnya.
Dalam implementasinya, aplikasi “Ngupahan” dilengkapi berbagai fitur utama seperti Pojok Edukasi, Piring Berbagi, Bank Kompos, dan Berdikari Mart.
Fitur-fitur tersebut tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat serta menciptakan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah pangan.
Sebagai tahap awal, inovasi ini akan diterapkan di dua desa, yakni Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri dan Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede. Kedua desa tersebut diproyeksikan menjadi percontohan dalam membangun budaya sadar pangan dan peduli lingkungan.
Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, menyatakan dukungannya terhadap program tersebut dan memastikan kesiapan wilayahnya dalam implementasi awal.
“Pada prinsipnya kami siap mendukung. Desa Gunung Putri saat ini juga tengah berbenah dan sejalan dengan arahan Bupati untuk menjadi desa percontohan. Semoga program ini dapat memperkuat upaya bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan perubahan perilaku, khususnya dalam pengelolaan pangan dan sampah.
“Komitmen bersama menjadi kunci. Dengan sinergi yang baik, kami optimistis gerakan tidak boros pangan ini dapat berjalan maksimal,” tambahnya.
Melalui inovasi “Ngupahan”, Pemkab Bogor berharap dapat membangun kesadaran kolektif bahwa pangan merupakan sumber daya berharga yang harus dijaga.
Dengan dukungan teknologi dan partisipasi aktif masyarakat, program ini diharapkan mampu menekan angka food waste sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
(Pandu)






