SUARABOTIM.COM – Kepolisian Resor Bogor menuntaskan pembangunan 13 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui program unggulan “Rumah ASRI” (Aman, Sehat, Rapi, Indah). Penyerahan kunci terakhir dilakukan langsung oleh Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, pada Rabu (13/5/26).
Penyerahan simbolis dilakukan di wilayah Ciawi, Kemang, dan Parung sebagai penanda tercapainya target awal pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat prasejahtera di Kabupaten Bogor.
Program Rumah ASRI merupakan bentuk dukungan Polres Bogor terhadap program strategis pemerintah dalam menghadirkan hunian yang layak, sehat, dan bermartabat bagi warga yang membutuhkan.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan, rampungnya pembangunan 13 unit rumah tersebut bukan menjadi akhir dari program kemanusiaan yang dijalankan jajarannya.
“Penyerahan kunci ke-13 ini bukan berarti tugas kami selesai. Ini bukan puncak kegiatan, melainkan awal dari gerakan yang lebih besar. Kami berkomitmen bahwa program Rumah ASRI ini akan terus berlanjut secara berkesinambungan untuk menjangkau warga lain di wilayah Kabupaten Bogor yang masih mendiami hunian tidak layak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap rumah yang dibangun melalui program Rumah ASRI mengedepankan standar kelayakan hunian, mulai dari aspek keamanan konstruksi, sanitasi sehat, tata ruang yang rapi, hingga estetika bangunan yang nyaman ditempati.
Selain menjalankan program sosial kemasyarakatan, Polres Bogor juga sebelumnya meraih penghargaan Juara II Pospam Terpadu Terbaik se-Jawa Barat pada Operasi Ketupat Lodaya 2026 dengan nilai 93.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Bogor turut didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Bogor, Agia Wikha. Selain menyerahkan kunci rumah, jajaran Polres Bogor juga memberikan paket tali asih kepada keluarga penerima manfaat.
Menurutnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas persoalan sosial yang dihadapi warga.
“Polri ingin selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai solusi atas persoalan sosial warga. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar program renovasi rutilahu ini dapat terus berjalan secara reguler ke depannya,” pungkasnya.
(Pandu)






