SUARABOTIM.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana rekonstruksi Jembatan Wika yang menjadi penghubung wilayah Gunung Putri–Klapanunggal.
Jembatan tersebut diketahui merupakan akses vital yang setiap hari dilalui masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas harian.
Sekretaris Desa Tlajung Udik, Abdul Harly, menjelaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan penggantian Jembatan Kedep pada ruas Jalan Cileungsi–Cibinong (Citeureup) KM.JK 62+440 akan segera dilaksanakan.
Namun, masyarakat sekitar menyampaikan aspirasi agar sebelum pekerjaan dimulai, terlebih dahulu disiapkan jalur penghubung sementara bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
“Warga menginginkan adanya rekayasa atau jalur penghubung darurat untuk pejalan kaki dan motor agar tetap bisa dilalui. Karena aktivitas masyarakat sangat tinggi, terutama anak-anak sekolah dari Kampung Kedep, Desa Tlajung Udik menuju Kecamatan Klapanunggal,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Jumat (22/5/26).
Ia menambahkan, tanpa adanya jalur alternatif yang memadai, masyarakat akan terdampak cukup besar jika harus memutar melalui jalur alternatif lain yang jaraknya lebih jauh. Oleh karena itu, Pemdes Tlajung Udik berharap pembangunan jalur darurat tersebut dapat segera direalisasikan.
Di sisi lain, Pemdes Tlajung Udik menegaskan dukungan penuh terhadap proyek perbaikan jembatan ini. Pasalnya, kondisi jembatan saat ini dinilai sudah sangat mengkhawatirkan, bahkan terlihat adanya kerusakan dan patahan pada bagian penopang yang dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan.
“Kami sangat mendukung perbaikan ini karena kondisi jembatan sudah rawan. Ada bagian yang terlihat patah di atas penopang, dan kami khawatir bisa roboh atau amblas,” lanjutnya.
Abdul Harly juga menyampaikan, apresiasi kepada pihak Dinas PUPR Provinsi Jawa Barat serta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atas perhatian dan rencana penanganan infrastruktur tersebut.
Ia berharap, pembangunan jalur darurat khususnya untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua dapat segera direalisasikan, sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan selama proses rekonstruksi berlangsung.
Bahkan, rencananya pekerjaan awal seperti penggalian untuk pemasangan sling akan segera dimulai dalam waktu dekat.
Proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga memperlancar konektivitas antarwilayah Gunung Putri dan Klapanunggal serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kabupaten Bogor.
(Pandu)







