SUARABOTIM.COM – Kabupaten Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung syiar Islam dengan sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Grand Final dan Anugerah Juara Musabaqah Adzan Nusantara Mendunia II Tahun 2026.
Kegiatan berskala nasional tersebut berlangsung di Masjid Nurul Wathon, Cibinong, Selasa (16/6/2026) kemarin.
Ajang yang diikuti lebih dari 400 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ini menjadi momentum penting dalam memperkuat syiar Islam sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap azan sebagai panggilan suci menuju ketaatan kepada Allah SWT.
Melalui penyelenggaraan Musabaqah Adzan Nusantara Mendunia II Tahun 2026, Kabupaten Bogor kembali menegaskan perannya sebagai daerah yang aktif mendukung kegiatan keagamaan yang mampu memperkuat karakter masyarakat serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.
Selain menjadi ajang pencarian muadzin terbaik, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dapat menghadirkan agenda keagamaan yang memberikan manfaat luas bagi umat dan bangsa.
Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Bogor sebagai tuan rumah ajang bergengsi tersebut.
Menurutnya, Musabaqah Adzan Nusantara Mendunia tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai keislaman dan ukhuwah di tengah masyarakat.
“Menyampaikan amanat Bupati Bogor, atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta, dewan juri, dan tamu undangan yang hadir. Kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting karena menjadi media syiar Islam serta upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap azan,” ujar Jaro Ade.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Muhammad Sultan Ramadhan, panitia penyelenggara, dewan juri, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurut Jaro Ade, pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan penguatan nilai keimanan dan akhlak masyarakat melalui sinergi yang kuat antara ulama dan umara.
“Percepatan pembangunan daerah harus didukung oleh kolaborasi antara ulama dan umara agar kemajuan fisik dapat berjalan beriringan dengan pembangunan mental dan spiritual masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI, Mulyadi, turut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Musabaqah Adzan Nusantara Mendunia II, mulai dari panitia, kru TVRI, relawan hingga berbagai unsur pendukung lainnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan untuk meraih gelar juara, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan kecintaan umat Islam terhadap syiar agama.
“Musabaqah Adzan Nusantara Mendunia bukan semata-mata tentang hadiah atau gelar juara, tetapi tentang bagaimana kita menumbuhkan semangat syiar Islam dan kecintaan terhadap azan di tengah masyarakat,” ungkap Mulyadi.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai sarana introspeksi diri untuk meningkatkan kualitas keimanan serta memperbanyak amal kebaikan.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan bahwa Musabaqah Adzan Nusantara Mendunia merupakan kegiatan positif yang mampu memperkuat syiar Islam sekaligus membangun kecintaan generasi muda terhadap azan.
“Adzan bukan hanya panggilan untuk menunaikan shalat, tetapi juga pengingat untuk terus menegakkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Erwan.
Ia memberikan penghargaan kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya selama kompetisi berlangsung dan berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Musabaqah Adzan Nusantara Mendunia mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan mengumandangkan azan dengan merdu, tetapi juga menjadi teladan dalam ilmu, akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.
Dengan suksesnya penyelenggaraan Musabaqah Adzan Nusantara Mendunia II Tahun 2026, Kabupaten Bogor kembali membuktikan diri sebagai daerah yang konsisten mendukung pengembangan kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda dalam memperkuat nilai-nilai Islam di tengah kehidupan masyarakat.
(Pandu)







