SUARABOTIM.COM – Seorang pria diduga melakukan percobaan pencurian sebuah mesin stim di gudang warung kelontong yang berada di Kampung Kedep, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (4/7/26) dini hari.
Pelaku berhasil dipergoki pemilik warung saat hendak membawa mesin stim. Aksinya pun gagal setelah korban berteriak meminta pertolongan hingga warga berdatangan dan akhirnya mengamankan pelaku.
Pemilik warung, Sahlaini Mardia menceritakan, bahwa peristiwa tersebut terjadi saat dirinya baru pulang usai belajar mengemudi.
“Saya baru pulang latihan mobil, terus lihat pagar kok sudah terbuka. Saya parkir mobil dulu, pas masuk ternyata dia sudah mengangkat mesin stim yang biasa dipakai untuk cuci mobil,” ujar Sahlaini kepada SuaraBotim.Com.
Menurutnya, pelaku sempat terkejut saat kepergok dan berusaha mengelak dengan alasan hendak meminjam mesin stim tersebut.
“Dia bilang mau pinjam mesin stim buat sekolah. Saya bilang, mana mungkin malam-malam sekolah pinjam mesin stim. Saya langsung teriak ‘maling… maling… maling,’ lalu warga langsung berdatangan,” katanya.
Saat diteriaki, pelaku sempat ditahan oleh ibu korban. Namun karena khawatir pelaku membawa senjata tajam dan melakukan perlawanan, pegangan tersebut akhirnya dilepaskan sehingga pelaku berhasil melarikan diri ke arah gang permukiman.
Meski sempat kabur, pelarian pelaku tidak berlangsung lama. Warga yang melakukan pengejaran berhasil menemukan dan mengamankannya di salah satu gang tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Dia sempat kabur lewat gang belakang. Tidak lama kemudian anak-anak muda di sini berhasil menangkapnya,” ungkap Sahlaini.
Sahlaini mengaku kecewa dengan sikap pelaku yang tetap membantah meski telah dipergoki membawa barang miliknya.
“Dia malah bilang, ‘Mana saya enggak ngambil apa-apa,’ sambil mengeluarkan kata-kata kasar,” tuturnya.
Dari keterangan sejumlah saksi, sebelum beraksi pelaku diduga telah mengamati kondisi rumah dan memeriksa pagar. Pelaku kemudian membuka pagar secara perlahan agar tidak menimbulkan suara.
“Katanya saksi melihat dia sudah mengecek pagar dulu. Dia buka pagar pelan-pelan karena pagarnya kalau dibuka biasanya berbunyi keras,” jelasnya.
Saat kejadian, penghuni rumah tidak menyadari adanya pelaku karena sebagian besar sudah tertidur, termasuk seorang bayi berusia sekitar 10 bulan.
Selain membawa mesin stim, Sahlaini juga menemukan pintu dapur rumah dalam kondisi telah terbuka sebagian. Hal itu memunculkan dugaan bahwa pelaku berniat masuk ke dalam rumah apabila situasi memungkinkan.
“Kalau saya datangnya lebih lama, saya enggak tahu apa yang terjadi. Pintu dapur sudah dibuka sedikit. Di dalam juga ada dua sepeda motor,” katanya.
Namun, Sahlaini juga mengungkapkan, pelaku diduga tidak beraksi seorang diri. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaku datang bersama dua rekannya yang berhasil melarikan diri saat aksi mereka diketahui.
“Katanya dia datang bertiga. Waktu kami datang, dua temannya sudah kabur,” ujarnya.
Sahlaini menyebut, pria tersebut kerap viral di media sosial karena diduga terlibat dalam sejumlah aksi pencurian di wilayah Gunung Putri dan sekitarnya. Meski demikian, ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian.
Usai kejadian, Sahlaini langsung melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian dan berharap pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Semalam juga langsung kami laporkan ke polisi. Harapan saya, kasus ini ditindaklanjuti supaya ada efek jera. Sudah banyak yang bilang orang ini sering viral, tapi belum pernah tertangkap. Saya akan lanjutkan proses hukumnya,” tegasnya.
(Red)







