SUARABOTIM.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait usulan pembangunan double track atau jalur ganda kereta api Tenjo–Jasinga.
Proyek yang ditawarkan oleh investor asal China tersebut diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah barat Kabupaten Bogor.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji mengungkapkan, beberapa waktu lalu pihaknya menerima kunjungan investor asal China yang menawarkan pembangunan dua jalur rel kereta api di lintasan Tenjo–Jasinga.
“Kemarin sudah datang salah satu investor dari China. Mereka menawarkan pembangunan dua rute rel kereta api di Tenjo-Jasinga,” ujar Bambam, Minggu (5/7/26).
Menurutnya, lanjut Bambam, proyek pembangunan jalur ganda tersebut membutuhkan investasi yang sangat besar.
“Mereka menawarkan pembangunan rel kereta api di jalur Jasinga-Tenjo dengan nilai investasi sekitar Rp4 sampai Rp5 triliun,” jelasnya.
Namun,!Bambam juga menilai nilai investasi yang besar tersebut akan menjadi beban apabila seluruh pembiayaannya harus ditanggung oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, Pemkab Bogor berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat.
Ia juga menyampaikan, Bupati Bogor Rudy Susmanto tidak ingin meninggalkan beban utang daerah pada akhir masa jabatannya apabila proyek tersebut dibiayai melalui skema pinjaman.
“Karena Bupati tidak ingin meninggalkan utang di akhir masa jabatannya. Kalau hanya untuk proyek Jasinga-Tenjo saja, paling tidak harus menyisihkan sekitar Rp1 triliun,” paparnya.
Meski demikian, Pemkab Bogor menyatakan siap mendukung proyek tersebut dengan menyiapkan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan jalur kereta api.
Sementara itu, pemerintah pusat diharapkan dapat mengambil peran dalam penyediaan sarana dan prasarana pendukung.
“Mudah-mudahan pemerintah pusat dapat mengakomodasi rencana ini,” tutup Bambam.
Rencana pembangunan double track kereta api Tenjo-Jasinga dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan konektivitas wilayah barat Kabupaten Bogor.
Selain memperlancar mobilitas masyarakat, proyek ini juga diharapkan mampu membuka peluang investasi, mempercepat distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Tenjo dan Jasinga.
Saat ini, Pemkab Bogor masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat terkait skema dukungan terhadap proyek strategis tersebut, terutama dalam hal pembiayaan infrastruktur dan penyediaan fasilitas perkeretaapian.
(Pandu)







