SUARABOTIM.COM _ Kebakaran yang melanda Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, masih menyisakan sejumlah titik api. Sejak Senin (7/9/26) hingga Senin (21/9/26) masih dalam proses penanganan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, penanganan kebakaran TPAS Galuga terus dilakukan secara optimal. Meski sebagian besar titik api telah berhasil ditangani, masih terdapat satu hingga dua titik yang terus diintervensi.
“Alhamdulillah sudah kita tuntaskan, walaupun masih ada satu-dua titik api yang terus kita intervensi bersama-sama,” kata Rudy, Senin (14/9/26).
Menurut Rudy, pihaknya telah melakukan penanganan secara intensif setiap harinya. Namun, upaya pemadaman tidak dilakukan secara penuh selama 24 jam karena aktivitas pengelolaan dan pembuangan sampah di TPAS Galuga tetap harus berjalan.
“Kita optimalisasi untuk penuntasan api. Setiap hari kita mulai, walaupun 24 jam, tapi optimalisasi kita mulai dari siang hari hingga pagi hari,” ujarnya.
Rudy menjelaskan, keputusan tersebut dilakukan agar pelayanan pengelolaan sampah tetap berjalan. Pemkab Bogor berupaya memastikan masyarakat di wilayah Kabupaten maupun Kota Bogor tidak terdampak akibat sampah yang tidak terangkut.
“Kita ingin pengelolaan sampah juga tetap berjalan. Kita ingin masyarakat yang berada di wilayah di luar TPA Galuga, baik kota maupun Kabupaten Bogor, tidak merasakan dampak sampah yang tidak terangkut,” jelasnya.
Rudy juga menuturkan, selain melakukan pemadaman secara langsung, Pemkab Bogor juga telah menempuh berbagai upaya untuk mempercepat penanganan kebakaran, termasuk mengusulkan pelaksanaan modifikasi cuaca.
Rudy menyebut, modifikasi cuaca menjadi salah satu langkah yang sejak awal telah diupayakan. Namun, pelaksanaannya sangat bergantung pada kondisi atmosfer, terutama ketersediaan bibit awan yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan hujan.
“Ya, semua tahapan, semua cara kita tempuh, kita ambil. Salah satunya juga dari awal kita meminta untuk dilakukannya modifikasi cuaca,” kata dia.
Namun, lanjut Rudy, upaya tersebut tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Berdasarkan penjelasan yang diterima Pemkab Bogor, modifikasi cuaca membutuhkan keberadaan bibit awan yang memungkinkan untuk diintervensi.
“Kemarin kita diberikan penjelasan kalau tidak ada bibit-bibit awan yang bisa dipecahkan untuk menjadi hujan, tentu tidak bisa dipaksakan,” tandasnya.
(Pandu)







