SUARABOTIM.COM – Bumi Tegar Beriman tengah menghadapi kondisi kekeringan yang berlangsung sekitar tiga bulan.
Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan Kabupaten Bogor berstatus Awas Kekeringan Meteorologis.
Status Awas tersebut merupakan tingkat peringatan tertinggi dalam pemetaan kekeringan meteorologis yang dilakukan BMKG.
Selain Kabupaten Bogor, sejumlah wilayah di Jawa Barat juga masuk dalam status Awas, yakni Kabupaten Bekasi, Ciamis, Cirebon, Garut, Indramayu, Karawang, Kuningan, Majalengka, Subang, Sukabumi, Sumedang, serta Kota Bekasi.
Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Pasalnya, musim kemarau masih berlangsung dan berpotensi meningkatkan risiko kekeringan hingga kebakaran di sejumlah wilayah.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengimbau, masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
“Iya, jadi kita sudah memberikan imbauan berulang-ulang kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor. Kita sayang dan cinta kepada masyarakat. Kita sedang memasuki musim kemarau paling panjang yang dialami oleh Pemerintah Kabupaten Bogor,” ujar Rudy, Selasa (15/9/26).
Menurutnya, kondisi kemarau panjang tersebut tidak hanya terjadi di Kabupaten Bogor, tetapi juga dialami berbagai wilayah di Indonesia hingga sejumlah negara di dunia.
Rudy juga menyebutkan, berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim kemarau yang sebelumnya diperkirakan terjadi pada September berpotensi bergeser hingga Oktober.
“Maka pada saat puncak kemarau yang tadinya diprediksi oleh BMKG di bulan September lalu mundur sampai dengan bulan Oktober, yang pertama adalah kita betul-betul mengantisipasi,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi dampak kemarau, Pemkab Bogor terus mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan. Menurut Rudy, kondisi vegetasi yang kering membuat api lebih cepat menjalar dan berpotensi menyebabkan kebakaran meluas.
“Maka kemarin kita membuat sebuah imbauan untuk tidak membakar sampah, karena dengan kondisi vegetasi yang kering, sebaran api akan menjalar lebih cepat. Jangan membakar sampah dengan cara apa pun,” tegasnya.
(Pandu)






