Suarabotim.com – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Amin Sugandi menyoroti seriusnya persoalan relokasi warga terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Cibeet. Hal ini disampaikan Amin saat kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2024–2025 di Kecamatan Cariu, Rabu (16/7/2025).
Dalam kesempatan ini, Amin menegaskan pentingnya komitmen dan tindak lanjut konkret dari semua pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, BBWS, hingga para kepala desa.
“Terkait dengan permasalahan masyarakat, apalagi urusannya tadi disampaikan dengan Cijurey, Cibeet, kemudian juga relokasi yang disampaikan oleh Pak Kades, saya kira harus ada keseriusan. Kalau semua pihak merasa paling benar, termasuk perwakilan dari BBWS, maka kerjanya jadi tidak tuntas,” tegas Amin Sugandi di hadapan peserta reses.
Ia juga mendorong Kepala Desa dan Plt Camat Cariu agar segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pertanahan. Menurutnya, jika dibiarkan, permasalahan ini akan terus menjadi beban.
“Komisi I itu urusan pertanahan, Silahkan pak camat bersurat kepada komisi 1. Kalau tanahnya tidak beres, maka harus panggil para pihak terkait agar permasalahan di Cariu ini bisa diselesaikan. Jangan cuma satu kali undang, tapi terus dilakukan sampai tuntas. Karena kalau tidak, Ini tidak akan selesai,” tuturnya.
Amin juga menyampaikan kekecewaannya atas lambannya penyelesaian permasalahan tersebut. Ia menilai persoalan ini selalu berulang dalam setiap reses tanpa ada penyelesaian nyata. “Dari dulu reses, yang disampaikan ya itu-itu saja. Harusnya kita bisa menyelesaikan. Saya harap Wakil Ketua DPRD bisa menyampaikan ini kepada Ketua DPRD, agar benar-benar direalisasikan. Semua pihak, termasuk BBWS, harus serius. Komitmen dan fokus penyelesaian itu yang utama,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cikutamahi, Anta, turut menyuarakan kegelisahan warganya terkait relokasi. Ia meminta DPRD Kabupaten Bogor membantu menekan harga tanah yang ditawarkan oleh pihak PT Awani, agar tetap terjangkau dan relokasi bisa dilakukan di wilayah yang sama.
“Jadi saya mohon bantuan kepada seluruh Dewan untuk menekan harga ke PT Awani supaya bisa semurah mungkin, sesuai harga standar masyarakat,” ucapnya.
“Sekarang warga saya sudah was-was, karena kalau relokasinya menyebar kemana-mana, masyarakat yang awalnya kumpul, jadi tercerai-berai,” pungkaanya.
(Rz)







