Klapanunggal, SuaraBotim.Com – Sebanyak 1.300 rumah terdampak banjir di Kampung Cibeber, Desa CiKahuripan, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Senin (7/7/25).
Staf Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Jalaludin mengatakan, bahwa bencana alam banjir tersebut terjadi pada pukul 19:00 WIB di Kampung Cibeber RT 01,02,03 RW 22.
“Dikarenakan hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi nyang cukup lama, sehingga menyebabkan debit air kali Cibarengkok meluap dan berdampak pada permukiman warga, dengan ketinggian air bervariasi kurang lebih 50cm sampai dengan 100cm,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Selasa (8/7/25).
Dari hasil kaji cepat, sekitar 1.300 unit rumah, 1.300 KK dan 3.900 jiwa terdampak dalam bencana alam banjir tersebut.
Jalal menyebut, bahwa jumlah warga yang mengungsi sebanyak 604 KK 1.312 jiwa di delapan tempat pengungsian.
“Di kantor desa 20 KK 80 jiwa, kantor RW 50 KK 100 jiwa, Masjid As saad 300 KK 600 jiwa, diblok C Extensen 200 KK 400 jiwa, di depan gerbang rumah warga 12 KK / 48 jiwa, dirumah pak RW 22 5 KK 10 jiwa, di rumah warga gang Anbelden RT 02/22 25 KK 50 jiwa dan di Gang Pertamina RT 02/22 12 KK 24 jiwa,” papar Jalal.
Lebih lanjut, kata Jalal, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparatur setempat serta melakukan tindakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan.
“Kebutuhan dasar yaitu logistik tanggap darurat. Apabila terjadi hujan deras dengan instensitas tinggi dikhawatirkan akan terjadi banjir kembali,” ucapnya.
“Air mulai berangsur surut dan sekitar pukul 04:00 WIB ketinggian air di lokasi tersebut kurang lebih 20cm,” tutup dia.
Sementara, salahsatu warga Cikahuripan Ilham (27) mengatakan, bahwa air tiba-tiba datang dan merendam sebagian rumahnya.
“Kaget, pas hujan deres air langsung banyak yang masuk kedalam rumah. Alhamdulillah petugas langsung datang dan mengevakuasi warga yang terdampak,” katanya.
(Pandu)







