Cileungsi, SuaraBotim.Com – Wacana pemekaran Kabupaten Bogor Timur semakin menguat. Menanggapi hal ini, Sekretaris Karang Taruna Kabupaten Bogor, Andika Aditisna mengingatkan para pemuda agar tidak sekadar larut dalam euforia, tetapi mulai mempersiapkan diri secara serius untuk menghadapi tantangan pembangunan di wilayah baru tersebut.
“Hari ini jangan terlalu larut dalam euforia pemekaran, tapi kita harus lebih fokus untuk memantaskan diri menjadi tuan rumah di daerah kita sendiri,” ujar Sekretaris Katar Kabupaten Bogor Andika Aditisna kepada SuaraBotim.Com, Minggu (1/6/25).
“Ketika Bogor Timur resmi mekar, kita bukan hanya menjadi penonton, tapi pelaku aktif dalam pembangunan, ekonomi, dan pemerintahan di wilayah sendiri,” terusnya.
Andika menegaskan, pemuda harus menjadi garda terdepan dalam proses pemekaran, dengan cara meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri.
Ia juga menyampaikan, bahwa proses pemekaran akan membawa dampak besar, namun manfaatnya hanya akan dirasakan jika masyarakat, khususnya generasi muda, siap bersaing dan berkontribusi.
“Saya berharap, pemuda di wilayah timur Bogor jangan hanya fokus pada pertanyaan ‘kapan mekar?’, tapi abaikan persiapan diri. Kita harus mampu bersaing dengan pemuda dari wilayah lain, dan menyerap manfaat nyata dari pemekaran ini,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapan pemuda, Karang Taruna Kabupaten Bogor menggulirkan program pelatihan dan pembinaan kader di tingkat kecamatan. Melalui dana hibah, Karang Taruna memberikan stimulus agar kader di wilayah Bogor Timur lebih aktif dan produktif dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
“Selama ini pelatihan di tingkat kecamatan berjalan sendiri-sendiri. Sekarang, Karang Taruna berupaya memberikan dana hibah sebagai stimulus agar teman-teman di kecamatan bisa memperluas ruang gerak. Harapannya, mereka mampu mencetak SDM unggul yang siap membangun Bogor Timur pasca pemekaran,” jelasnya.
Menurutnya, pemekaran Kabupaten Bogor Timur bukan hanya soal administrasi pemerintahan, melainkan kesempatan besar untuk mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan partisipatif, khususnya oleh dan untuk generasi muda.
“Bogor Timur harus melahirkan pemuda yang tangguh, berdaya saing, dan siap menjadi motor penggerak pembangunan. Kita tidak hanya ingin Bogor Timur mekar, tapi benar-benar maju dan mandiri,” tutupnya.
Sebelumnya, Ketua Presidium Bogor Timur Alhafiz Rana mengatakan, persiapan DOB Bogor Timur tidak harus menunggu pencabutan moratorium dari pemerintah pusat.
Bupati Bogor berkomitmen agar anggaran persiapan bisa masuk di tahun 2025 dan pembangunan kantor pemerintahan dimulai pada 2026. Dengan begitu, saat moratorium dicabut, Bogor Timur sudah siap secara administratif dan infrastruktur.
“Dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Bogor Timur sudah cukup kuat. Tujuh kecamatan di wilayah ini menyumbang sekitar Rp800 miliar per tahun,” terangnya.
Selain infrastruktur pemerintahan, lanjut dia, pihaknya juga mendorong penguatan sektor layanan publik seperti pembangunan RSUD Cileungsi, revitalisasi sekolah, serta pendirian universitas negeri di Bogor Timur.
(Pandu)







