SUARABOTIM.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menduga seorang bocah berusia 11 tahun yang meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Cileungsi mengalami kelelahan saat berenang.
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Rabu (2/9/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian orang tenggelam dari staf Desa Tlajung Udik sekitar pukul 13.30 WIB. Sementara, berdasarkan laporan asesmen BPBD, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.
“Sekitar pukul 13.00 WIB korban bersama lima orang temannya berenang di Sungai Cileungsi. Korban diduga tidak mengetahui adanya bagian sungai yang dalam hingga akhirnya tenggelam,” kata M. Adam Hamdani.
Korban diketahui berinisial Y (11), seorang laki-laki yang merupakan warga Kampung Kedep RT 02 RW 21, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
“Saat kejadian, korban berenang bersama lima orang temannya, yakni Iko (13), Arjuna (11), Gunung (11), Adi (10), dan Oki (9),” paparnya.
Setelah menerima laporan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor melakukan koordinasi dengan aparat pemerintah setempat dan Tim SAR gabungan. Petugas juga melakukan pendataan serta asesmen di lokasi kejadian.
“Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 13.50 WIB, tidak jauh dari lokasi awal korban tenggelam,” terangnya.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Bogor, korban ditemukan di kedalaman kurang lebih tiga meter. Selanjutnya, korban dievakuasi dan dibawa ke Klinik Yapida Tlajung Udik. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia.
Dalam analisis sementara BPBD Kabupaten Bogor, korban diduga mengalami kelelahan saat berenang sebelum akhirnya tenggelam.
Penanganan kejadian tersebut melibatkan sejumlah unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Bogor, aparat Desa Tlajung Udik, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Gemawana Indonesia, Potensi SAR, serta Destana Gunung Putri.
(Pandu)






