SUARABOTIM.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor masih membuka rekening donasi melalui program Gerakan Kabupaten Bogor Peduli untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua PMI Kabupaten Bogor, Indra Fermanto, mengatakan, gerakan donasi tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi korban bencana di NTT, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian masyarakat Kabupaten Bogor terhadap berbagai bencana yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
“Rekening donasi ini masih dibuka. Ini adalah gerakan donasi Gerakan Kabupaten Bogor Peduli. Artinya, kita tidak hanya berkaitan dengan bencana di NTT,” kata Indra kepada SuaraBotim.Com, Rabu (2/9/26).
Menurutnya, PMI Kabupaten Bogor sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah wilayah yang terdampak bencana, termasuk Sumatera dan Aceh.
Selain itu, bantuan juga pernah disalurkan untuk masyarakat yang terdampak bencana di Babakan Madang, Kabupaten Bogor, serta wilayah Kabupaten Bandung Barat.
“Seperti kemarin kita di Sumatera, di Aceh, kemudian di Kabupaten Bogor terjadi bencana di Babakan Madang, dan di Bandung Barat kita juga menyalurkan bentuk-bentuk bantuan,” ujarnya.
Indra menegaskan, seluruh dana yang terkumpul dalam Gerakan Kabupaten Bogor Peduli berasal dari partisipasi dan kepedulian masyarakat Kabupaten Bogor.
“Donasi ini memang murni dari masyarakat di Kabupaten Bogor,” jelasnya.
PMI Kabupaten Bogor berencana menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
Namun, bentuk bantuan yang akan diberikan nantinya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
Saat ini, PMI Kabupaten Bogor memperoleh informasi bahwa sejumlah wilayah terdampak telah memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Kami mendapatkan informasi bahwa di sana sudah masuk tahap rekonstruksi dan rehabilitasi. Sehingga bentuk bantuan yang akan kita salurkan akan melihat kondisi riil di lapangan,” ungkap Indra.
Ia menyebut, total bantuan yang akan disalurkan diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar. Bantuan tersebut terdiri dari uang tunai sekitar Rp500 juta serta bantuan dalam bentuk barang dengan nilai sekitar Rp500 juta.
“Mungkin totalnya sekitar Rp1 miliar. Berupa uang Rp500 juta, kemudian berupa barang mungkin sekitar Rp500 juta,” pungkasnya.
(Pandu)







