Gunung Putri, SuaraBotim.com _ Bukan hanya telat dalam pekerjaan yang seharusnya selesai tanggal 13 Desember 2024. CV Dinamika yang mengerjakan Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 4 Gunung Putri pun seolah asal jadi karena ngebut mengejar target.
Mirisnya lagi, pihak sekolah yang seharusnya menjadi pengawas dalam pekerjaa kontraktor justeru malah kucing-kucingan dan seolah melindungi kontraktor. Hal itu terlihat saat Suarabotim.com ingin mengambil gambar pihak sekolah meminta pekerja untuk mengusir wartawan agar tidak mengambil foto bangunan gedung sekolah yang masih semraut.
Bukan hanya itu, terlihat dari jumlah pekerja yang hanya menyisakan 2 orang untuk mengecat padahal kondisi bangunan belum sepenuh nya beres. Mengingat, bahan bangunan bekas pekerjaan yang masih menyisakan puing-puing hingga menutupi saluran air belum sepenuhnya dibersihkan oleh pekerja.
Selain itu, keramik di kamar mandi yang terpasang asal jadi karena tidak menempel dan saat diinjak langsung terbuka, begitupun besi tulangan lantai dua yang hanya terlihat hanya nongol 3 batang untuk bagian belakang dan 4 batang untuk bagian depan.
Saat dimintai keterangan via telepon cellular whaattapp, Abi yang disebut sebagai pelaksana CV Diamika mengaku pekerjaan tinggal finising, dan adanya isu sub kon pekerjaan untuk Gedung dilantai satu itu tidak benar. Ia menyebut, tidak ada yang disub kon kan, dirinya hanya menambah pekerja dan diborongkan agar pekerjaan itu cepat selesai.
“ Pekerjaan saya bukan hanya hanya disini (SMPN 4 Gunung Putri). Hingga memang tidak setiap hari ada dilokasi pekerjaan, dan bukannya saya sombong atau apa, memang belum bisa untuk menjelaskan aja kalo di wa,”katanya via telepon cellular.
“ Setiap harinya lebih dari 40 orang yang WA, jadi jika tenggelam itu kadang gak kebaca. Dan untuk bangunan yang ada di lantai satu , memang tidak menggunakan plafon seperti bangunan yang sudah ada, karena konsepnya ekspose gaya industrial saat ini,” tambahnya.

Namun ketika di tanya soal jumlah besi, Abi belum memberikan jawaban apapun.
Di lain pihak, Penjaga sekolah Alimin mengaku kerepotan jika bahan bangunan bekas pekerjaan tidak dibenahi oleh pihak kontraktor. Dirinya khawatir sisa pekerjaan dilimpahkan kepadanya mengingat semua pekerja sudah pulang dan hanya menyisakan dua pekerja yang sedang melakukan pengecatan.
“ Saya sih berharap sebelum diserahterimakan, bekas pekerjaan ini dirapikahn terlebih dahulu, dan gundukan tanah itu di ratakan kembali. Bukan hanya itu saja, untuk salluran airnya pun harus di tes terlebih dahulu,”katanya.
Ia menyebut, jangan sampai dilema seperti pekerjaan pembangunan pada tahap pertama, dimana saluran airnya tidak jalan dan hanya menggenang didalam kamar mandi sehingga harus diserok lagi agar bisa mengalir.
Sementara salahsatu pekerja mengatakan, jika dirinya hanya ditugaskan untuk melakukan pengecatan terkait soal tekhnis tidak mengetahui karena pagi tadi semuanya sudah pergi. “ Sudah pulang semua, karena mungkin sudah selesai. Soal keramik kamar mandi yang gak nempel dan air yang gak ngalir saya gak tau, karena bukan tugas saya,” katanya.
“ Hari ini juga kata pak Abi mau ceklis, nanti juga pada datang kesini,” tambahnya.
(pan/red)







