SUARABOTIM.COM – Camat Cibinong, Acep Sajidin, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Safari Jurnalistik yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor di wilayahnya.
Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara PWI Kabupaten Bogor dengan Kecamatan Cibinong yang berjalan dengan baik dan lancar.
“Ini adalah kegiatan kolaborasi PWI Kabupaten Bogor dengan Kecamatan Cibinong. Alhamdulillah bisa terselenggara dengan baik dan lancar,” ujar Acep Sajidin kepada SuaraBotim.Com, Kamis (21/5/26).
Menurutnya, kegiatan Safari Jurnalistik sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya dalam memberikan pemahaman terkait dunia media dan kerja jurnalistik di era informasi saat ini.
Ia menilai, keberadaan wartawan perlu dipahami secara benar oleh masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menerima informasi maupun berinteraksi dengan media.
“Acara ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena terkait media dan wartawan. Saat ini perlu adanya pencerahan bagi masyarakat,” jelasnya.
Acep juga menyampaikan apresiasi kepada PWI Kabupaten Bogor yang telah memilih Kecamatan Cibinong sebagai lokasi kegiatan Safari Jurnalistik. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya.
“Terima kasih kepada PWI Kabupaten Bogor yang sudah bekerja sama dengan Kecamatan Cibinong. Karena tidak semua kecamatan mendapatkan kesempatan ini,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai kegiatan Safari Jurnalistik memberikan ruang diskusi dua arah antara narasumber dan peserta.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat bertanya langsung terkait dunia jurnalistik sehingga tidak lagi memandang wartawan sebagai “momok”, melainkan sebagai mitra dalam penyampaian informasi.
“Tadi terjadi dialog dua arah, ada tanya jawab. Istilah tentang wartawan sebagai momok juga dijelaskan, sehingga ini menjadi bekal bagi masyarakat maupun pemerintah,” ungkapnya.
Acep juga berharap ilmu yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat disebarluaskan oleh para peserta, terutama tokoh masyarakat dan perangkat kelurahan yang hadir.
Ia bahkan mengimbau agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan di tingkat kelurahan dengan menghadirkan narasumber dari PWI Kabupaten Bogor, sehingga edukasi jurnalistik bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas.
“Kalau satu kelurahan bisa 100 orang, dan ada 13 kelurahan, tentu dampaknya besar. Artinya informasi bisa cepat sampai ke masyarakat,” pungkasnya.
(Pandu)







