SuaraBotim.Com – Pemerintah Desa (Pemdes) Ciangsana menunjukkan keseriusan dalam memerangi peredaran gelap narkotika. Bersinergi dengan Muspika Gunung Putri dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor, Ciangsana menggelar sosialisasi intensif anti-narkoba di Kantor Desa Ciangsana, Selasa (20/1/2026).
Kepala BNNK Bogor, Kombes Pol. Anggun Cahyono, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi dan penguatan berkelanjutan bagi Desa Ciangsana yang sejak tahun 2023 telah menyandang status sebagai Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba).
“Desa Ciangsana menjadi lokasi pertama yang kami kunjungi dalam rangkaian program kerja tahun 2026. Kami berharap pengawasan dan edukasi di desa ini berjalan semakin progresif dan konsisten,” ujar Kombes Pol. Anggun di hadapan warga.
Kunjungan ini terasa istimewa karena menandai dimulainya rangkaian program pencegahan BNNK Bogor untuk wilayah Kabupaten Bogor tahun ini. BNNK menurunkan tim lengkap, mulai dari fungsi penyuluhan, rehabilitasi, hingga tim pemberantasan untuk memberikan dukungan total.
“Kami ingin memastikan Ciangsana tetap pada jalur yang benar sebagai Desa Bersinar. Komitmen ini harus dijaga oleh semua elemen masyarakat,” tegasnya.
Kepala Desa Ciangsana, Udin Saputra, menyambut hangat terpilihnya desa mereka sebagai pembuka program BNNK tahun ini. Menurut Ketua APDESI Kecamatan Gunung Putri tersebut, kehadiran BNNK merupakan suntikan motivasi bagi perangkat desa dan warga.
“Ini kehormatan bagi kami. Sebagai Desa Bersinar, kami tidak akan pernah lelah mengingatkan bahaya narkotika. Meskipun kejahatan ini sistemik, pencegahan adalah tanggung jawab kolektif kita bersama,” kata Udin.
Udin menekankan bahwa target utama Pemdes Ciangsana adalah menciptakan lingkungan yang benar-benar steril dari penyalahgunaan maupun peredaran narkoba. Ia memastikan edukasi serupa akan terus digaungkan secara berkala.
“Tujuan kami jelas, jangan sampai ada warga Ciangsana yang terjerumus. Kita ingin melindungi generasi muda dan menjadikan Ciangsana benar-benar bersih dari narkoba,” pungkasnya.
(Retza)







