SUARABOTIM.COM – Menjelang Iduladha 1447 H, para pedagang hewan kurban di wilayah Cibinong menghadapi tantangan serius dalam menjaga kualitas ternak.
Cuaca yang tidak menentu berdampak pada ketersediaan pakan hijauan, sehingga para pedagang harus mencari rumput hingga ke wilayah Leuwiliang dan Jonggol.
Kondisi ini membuat lebih dari 200 ekor sapi terancam mengalami penurunan bobot tubuh menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Pemilik lapak hewan kurban, Jaharuddin mengungkapkan, tantangan utama saat ini adalah menjaga kecukupan pakan agar sapi tetap sehat dan layak jual.
“Kalau pakan kurang, otomatis sapi bisa kurus. Jadi yang paling kita upayakan bagaimana supaya pakan ini jangan sampai kurang, itu yang paling penting,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Selasa (5/5/26).
Ia menyebutkan, untuk memenuhi kebutuhan pakan bagi sekitar 250 ekor sapi miliknya, dirinya harus mencari pasokan hingga ke luar wilayah Cibinong. Meski jaraknya masih terjangkau, ketersediaan rumput tetap menjadi kendala.
“Memang agak sulit, kadang kita cari ke Leuwiliang, kadang ke Jonggol. Tapi mau tidak mau tetap kita usahakan,” katanya.
Di sisi lain, Jaharuddin yang telah berjualan sejak 2012 atau selama 14 tahun terakhir mengaku penjualan sapi kurban tahun ini tetap berjalan cukup baik. Hingga tiga pekan menjelang Iduladha, sekitar 30 persen sapi telah terjual.
“Alhamdulillah, sudah keluar sekitar 30 persen,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi ekonomi global yang tidak menentu tidak terlalu berdampak signifikan terhadap minat masyarakat untuk berkurban.
“Karena ini berkaitan dengan ibadah, jadi yang sudah biasa berkurban tetap berusaha. Dari pelanggan saya, sejauh ini tidak terlalu berpengaruh,” jelasnya.
Ia menambahkan, tren penjualan dari tahun ke tahun relatif stabil. Sapi yang dijual di lapaknya didominasi jenis Bima, seperti sapi Bali, Brahman, dan Limosin, dengan harga mulai dari Rp14 juta hingga Rp45 juta per ekor.
Menariknya, permintaan tertinggi justru datang untuk sapi dengan harga di atas Rp20 juta.
“Variatif, ada yang cari ekonomis, ada juga yang besar. Tapi sekarang justru yang banyak diminati di atas Rp20 juta,” tutupnya.
(Pandu)







