Saturday, September 12, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Bogor

DPC PDIP Kabupaten Bogor Kenang Tragedi 30 Tahun Kudatuli, Doni: Jangan Sampai Terulang Lagi

by Arsyit Syarifudin
July 28, 2026
in Suara Bogor
0
DPC PDIP Kabupaten Bogor Kenang Tragedi 30 Tahun Kudatuli, Doni: Jangan Sampai Terulang Lagi

Tabur bunga pada peringatan KUDATULI di DPC PDIP Kabupaten Bogor. (Foto: Pandu)

Share on FacebookShare on Twitter

SUARABOTIM.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bogor menggelar peringatan 30 tahun Tragedi Kudatuli di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan, Cibinong, Senin (27/7/26) malam.

Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini diikuti oleh jajaran pengurus, kader, simpatisan, serta sejumlah pengurus DPP PDI Perjuangan sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa bersejarah yang dinilai menjadi tonggak perjuangan demokrasi di Indonesia.

READ ALSO

‎Pemkab Bogor Terima 423 Bidang PSU Sentul City, 26 Bidang Ditargetkan Rampung November

‎ATR/BPN Kabupaten Bogor I Digeledah, Begini Kata Rudy Susmanto

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Doni Maradona Hutabarat, mengatakan peringatan Kudatuli bukan sekadar mengenang peristiwa kelam yang terjadi pada 27 Juli 1996, tetapi juga menjadi momentum untuk terus menjaga semangat demokrasi, persatuan, dan kebebasan berpendapat.

“Kami mengenang catatan penting PDI Perjuangan dalam peristiwa Tragedi Kudatuli 1996 ini. Tepat 30 tahun lalu peristiwa kelam itu terjadi. Kami bukan sekadar mengingat, tetapi menjadikannya momentum menjaga persatuan,” ujar Doni kepada wartawan.

Menurut Doni, Tragedi Kudatuli merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa yang tidak boleh dilupakan. Ia menilai peristiwa tersebut menjadi cikal bakal lahirnya ruang demokrasi yang saat ini dinikmati masyarakat Indonesia.

“Kegiatan ini memang rutin kita laksanakan setiap tahun. Ini bagian dari menyampaikan kepada generasi sekarang bahwa pernah ada peristiwa bersejarah, di mana Kudatuli menjadi cikal bakal sehingga hari ini kita bisa bebas berpendapat dan bebas berorganisasi,” katanya.

Terlebih, Doni juga menegaskan, PDI Perjuangan tidak ingin peristiwa serupa kembali terjadi di Indonesia di kemudian hari.

“Kita tidak mau sejarah Kudatuli ini terjadi lagi di masa yang akan datang. Ini peristiwa buruk yang tidak boleh terulang di republik ini. Kita harus terus merawat demokrasi,” tegasnya.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Bogor itu juga menyampaikan, PDI Perjuangan terus mengingatkan seluruh kader agar tidak melupakan sejarah tersebut.

“Kita diingatkan bahwa kita harus selalu mengingat sejarah ini. Kita tidak boleh lupa akan peristiwa ini dan harus terus memperjuangkan agar persoalan sejarah ini dapat diselesaikan,” ucap Doni.

Selain itu, Doni menyampaikan pesan kepada masyarakat, agar tetap menjaga kebebasan menyampaikan pendapat serta mengingat bahwa pernah ada masa ketika kritik terhadap pemerintah dibungkam.

“Bahwa pernah ada peristiwa otoriternya kekuasaan yang membungkam suara kritik dan suara yang berbeda terhadap kekuasaan. Hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi di masa mendatang,” ujarnya.

Ia pun berharap pemerintah, baik saat ini maupun pemerintahan berikutnya, terus menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan kritik.

“Peristiwa ini tidak boleh terjadi di pemerintahan saat ini maupun pemerintahan berikutnya. Tidak boleh ada pembungkaman terhadap suara-suara kritik dari rakyat,” tandasnya.

Doni menjelaskan, Tragedi Kudatuli menjadi salah satu titik balik perjuangan demokrasi pasca-Orde Baru.

“Kudatuli adalah momentum ketika darah dan air mata menjadi saksi perjuangan kebebasan berpolitik. Hak bersuara dan kedaulatan rakyat saat itu dikebiri. Banyak saudara kita gugur dan hilang demi mempertahankan demokrasi. Kami menolak lupa, bukan untuk menyimpan dendam, tetapi untuk menghormati para pahlawan demokrasi,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Tragedi Kudatuli terjadi pada 27 Juli 1996 saat Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro Nomor 58, Jakarta Pusat, diserbu.

Peristiwa tersebut dipicu oleh konflik internal PDI yang melibatkan kubu Megawati Soekarnoputri dan kubu Soerjadi yang memperoleh dukungan dari rezim Orde Baru.

Konflik bermula dari Kongres PDI di Medan pada Juni 1996 yang menetapkan Soerjadi sebagai ketua umum tandingan. Penyerbuan terhadap kantor DPP PDI yang dikuasai pendukung Megawati kemudian memicu gelombang protes luas dan menjadi salah satu peristiwa penting yang mendorong lahirnya gerakan Reformasi 1998.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Adian Napitupulu menegaskan, peringatan Kudatuli bertujuan agar sejarah tersebut terus dikenang oleh masyarakat sebagai pelajaran agar kekerasan politik tidak kembali terulang.

“Peristiwa ini harus terus kita ceritakan. Bukan untuk mengingat hal yang tidak baik, tetapi agar tidak terulang kembali. Masyarakat juga harus tahu bahwa pernah ada peristiwa kekerasan negara terhadap rakyatnya,” ujar Adian.

Sebagai aktivis yang mengalami langsung masa tersebut, Adian mengaku bangga menjadi bagian dari PDI Perjuangan yang menurutnya lahir melalui proses perjuangan panjang.

“Saya bangga menjadi bagian dari partai ini. Ini menunjukkan bahwa kita adalah partai yang tumbuh, merangkak, berjalan, lalu berlari melalui perjuangan yang tidak mudah,” katanya.

Ia berharap seluruh kader dan simpatisan terus mengenang jasa para pejuang demokrasi yang telah berkorban demi tegaknya kebebasan berpolitik di Indonesia.

“Ingatlah bahwa 30 tahun lalu banyak orang yang mungkin hari ini sudah tidak bersama kita. Cukuplah kekerasan terhadap partai politik hanya kita yang mengalami, jangan sampai dirasakan oleh yang lain. Saya berharap ini menjadi momentum bagi kita semua untuk terus berjuang,” pungkasnya.

Dalam rangkaian peringatan tersebut, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor juga menggelar bincang sejarah, doa bersama, serta tabur bunga di sejumlah makam simbolis yang dibuat di area kantor sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang demokrasi yang gugur dalam Tragedi Kudatuli.

(Pandu)

Tags: 30 tahun kudatuliAdian NapitupuluDoni Maradona Hutabaratpdip kabupaten bogortragedi kudatuli 1996

Related Posts

‎Pemkab Bogor Terima 423 Bidang PSU Sentul City, 26 Bidang Ditargetkan Rampung November
Suara Bogor

‎Pemkab Bogor Terima 423 Bidang PSU Sentul City, 26 Bidang Ditargetkan Rampung November

September 11, 2026
‎ATR/BPN Kabupaten Bogor I Digeledah, Begini Kata Rudy Susmanto
Suara Bogor

‎ATR/BPN Kabupaten Bogor I Digeledah, Begini Kata Rudy Susmanto

September 11, 2026
Lilin Harapan dari Bogor untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Suara Bogor

Lilin Harapan dari Bogor untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

September 10, 2026
Usai Digeledah Polda Metro Jaya, Pelayanan Kantah Kabupaten Bogor I Kembali Normal
Suara Bogor

Usai Digeledah Polda Metro Jaya, Pelayanan Kantah Kabupaten Bogor I Kembali Normal

September 10, 2026
‎Kasus Upah Pungut Bappenda Kabupaten Bogor Makin Didalami, KPK: Bisa Cross ke Pihak Lain
Suara Bogor

‎Kasus Upah Pungut Bappenda Kabupaten Bogor Makin Didalami, KPK: Bisa Cross ke Pihak Lain

September 10, 2026
Buzzer Gunakan Metode Adu Domba ???, Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor Jadi Korban
Suara Bogor

Buzzer Gunakan Metode Adu Domba ???, Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor Jadi Korban

September 10, 2026
Next Post
Kecelakaan Dua Minibus di Tol Jagorawi Bogor, Satu Mobil Terbalik

Kecelakaan Dua Minibus di Tol Jagorawi Bogor, Satu Mobil Terbalik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • ‎Pemkab Bogor Terima 423 Bidang PSU Sentul City, 26 Bidang Ditargetkan Rampung November
  • ‎ATR/BPN Kabupaten Bogor I Digeledah, Begini Kata Rudy Susmanto
  • Targetkan Indonesia Zero PCB 2028, KLH Sebut PPLI Tulang Punggung Pengelolaan Limbah
  • Garudayaksa FC Debut di Liga 1, Sastra Winara Ajak Warga Bogor Jadi Saksi Kemenangan Perdana
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?