Jonggol, SuaraBotim.Com – Penurunan pagu anggaran wilayah tidak lantas menghentikan pembangunan infrastruktur pendidikan di Kecamatan Jonggol. Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Amin Sugandi, mengusulkan pemanfaatan dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dewan untuk mengintervensi kebutuhan fasilitas dasar sekolah yang belum terakomodir oleh Dinas Pendidikan.
Hal tersebut ditegaskan Amin saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Jonggol, Rabu (28/1/2026). Ia menyoroti temuan lapangan yang menunjukkan masih adanya Sekolah Dasar (SD) di wilayah tersebut yang belum memiliki fasilitas toilet (WC) layak dan pagar pengaman.
“Tadi disampaikan ada SD yang bahkan belum punya WC. Ini kebutuhan dasar yang harus segera terealisasi. Jika belum terakomodir di anggaran dinas, maka bisa dibantu lewat Pokir dewan, termasuk untuk pemagaran sekolah,” tegas Amin kepada SuaraBotim.Com.
Amin menjelaskan bahwa pagu anggaran Kecamatan Jonggol untuk tahun 2027 diproyeksikan turun menjadi sekitar Rp10,6 miliar. Namun, penurunan ini justru harus menjadi pelecut bagi pemerintah daerah untuk lebih jeli menentukan skala prioritas sesuai visi misi Bupati Bogor.
“Dengan pagu yang turun, penentuan prioritas pembangunan menjadi kunci. Dinas Pendidikan mestinya turun langsung untuk memetakan sekolah mana saja yang fasilitas dasarnya belum terpenuhi,” tambahnya.
Meski nilai usulan dari masyarakat dan kepala desa cukup besar, Amin optimistis aspirasi warga Jonggol tetap bisa terjawab. Kehadiran perwakilan Bappeda dan Pemkab Bogor dalam Musrenbang dinilai sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan keterbatasan anggaran dengan kebutuhan riil di lapangan.
“Sambutan Bupati Bogor sudah jelas, bagaimana kita tetap berbuat maksimal untuk masyarakat meski anggaran terbatas. Kalau dikelola dengan fokus pada prioritas, saya yakin semua kebutuhan mendesak bisa terjawab,” pungkas politisi tersebut.
(Pandu)







