Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, H. Achmad Fathoni, menyoroti keterbatasan pagu indikatif sebesar Rp22,4 miliar dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Gunung Putri.
“Saya sampaikan ke Pak Camat bahwa rincian program yang belum terakomodasi harus diberikan secara jelas. Kita tidak hanya mengandalkan prioritas dari SKPD saja, tetapi juga perlu ada sinkronisasi dengan program lainnya,” ujar anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor H Achmad Fathoni kepada SuaraBotim.Com, Kamis (6/2/25).
Menurutnya, DPRD akan memasukkan catatan dari Musrenbang ke dalam pembahasan bersama SKPD. Dengan begitu, nilai anggaran bisa lebih fleksibel dan tidak hanya terpaku pada pagu indikatif yang telah ditetapkan.
“Kita ingin memastikan bahwa program prioritas Kecamatan Gunung Putri benar-benar mendapatkan perhatian. Jika ada proyek yang sudah masuk prioritas, kita akan dorong agar anggarannya optimal. Begitu juga dengan yang belum terakomodasi, kita akan usulkan agar dimasukkan dalam perencanaan SKPD,” tuturnya.
Dalam pembahasan Musrenbang, Fathoni juga mempertanyakan dasar perhitungan pagu indikatif yang diberikan Bappedalitbang. Berdasarkan pemaparan dari perwakilan Bappedalitbang, pagu lebih banyak ditentukan oleh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), bukan dari besarnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang disumbangkan oleh suatu wilayah.
“Gunung Putri memiliki IPM tinggi, tingkat kemiskinan rendah, dan rata-rata lama sekolah (RLS) yang sudah baik. Hal ini menyebabkan pagu yang diberikan tidak terlalu besar. Padahal, sebagai penyumbang PAD terbesar, Gunung Putri memiliki beban infrastruktur yang lebih tinggi, terutama akibat banyaknya industri yang beroperasi di wilayah ini,” jelasnya.
Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, berharap anggaran untuk Kecamatan Gunung Putri bisa ditingkatkan mengingat kontribusinya terhadap PAD Kabupaten Bogor sangat besar.
“Pagu indikatif saat ini sebesar Rp22,4 miliar. Mudah-mudahan bisa ada tambahan anggaran untuk memenuhi kebutuhan pembangunan,” tukasnya.
(pandu)







