Cibinong, SuaraBotim.Com – Angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Bogor mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data Analisa Kamseltibcarlantas, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas turun hingga 39,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, mengatakan, penurunan tersebut merupakan hasil dari penguatan langkah preventif, penegakan hukum, serta kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keselamatan berlalu lintas.
“Sepanjang tahun 2025, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tercatat sebanyak 215 jiwa, turun drastis dari 358 jiwa pada tahun 2024,” ujar AKBP Wikha Ardilestanto kepada SuaraBotim.Com, Kamis (1/1/2026).
Selain penurunan fatalitas, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan. Pada tahun 2024 tercatat 964 kasus, sementara pada tahun 2025 menurun menjadi 902 kasus, atau turun sekitar 6,43 persen.
Namun demikian, kata Kapolres, pihaknya juga mencatat adanya kenaikan pada jumlah korban luka berat.
“Dari 255 orang pada 2024, meningkat menjadi 297 orang pada 2025, atau naik sebesar 16,47 persen. Sementara korban luka ringan relatif stabil, dari 929 orang menjadi 926 orang,” ungkapnya.
Dari sisi kerugian materiil, nilai kerugian akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp2,57 miliar, meningkat sekitar 5,74 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp2,43 miliar.
AKBP Wikha menambahkan, pihaknya telah memetakan sejumlah black spot prioritas atau titik rawan kecelakaan di wilayah Kabupaten Bogor.
“Dua di antaranya berada di Jalan Raya Umum Serpong–Gunung Sindur dan Jalan Nasional II Raya Puncak, Kecamatan Cisarua,” ucapnya.
Terlebih, Polres Bogor juga telah mengidentifikasi sebanyak 16 lokasi anatomi kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2025.
“Anatomi penyebab laka seperti jalan gelap atau Penerangan Jalan Umum (PJU) mati, rambu dan marka tidak layak, dan kondisi fisik jalan,” tutupnya.
(Pandu)







