Cibinong, SuaraBotim.Com – Pasca maraknya aksi demonstrasi di sejumlah wilayah Indonesia, distribusi bahan pokok mengalami gangguan sehingga berdampak pada kenaikan harga di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor.
Sejumlah komoditas, terutama yang dikirim dari luar daerah, mengalami keterlambatan pasokan sehingga harganya merangkak naik.
Salah satu pedagang bahan pokok di Pasar Cibinong, Hermansyah (67), mengatakan kenaikan harga terjadi karena keterlambatan pengiriman barang dari berbagai daerah, khususnya Jawa dan luar Jawa.
“Harganya agak naik sedikit gara-gara telat datangnya, jadi mahal. Biasanya sehari-hari lancar, tapi sekarang kirimannya tersendat. Kalau biasanya masuk bisa 10 ton, sekarang hanya 5–6 ton. Jadi otomatis agak mahal,” jelasnya kepada SuaraBotim.Com, Selasa (2/9/25).
Hermansyah menyebutkan, kenaikan paling signifikan terjadi pada cabe merah yang sebelumnya dijual Rp25.000 per kilogram kini naik menjadi Rp35.000 per kilogram.
Selain itu, kata dia, ada beberapa sayuran juga yang mengalami kenaikan, meski tidak terlalu tinggi.
“Kol dan wortel naik sekitar Rp5.000–Rp6.000, bawang merah dari Rp30.000 sekarang jadi Rp35.000 karena datangnya dari Jawa,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi ini membuat sebagian pedagang menahan stok agar tidak cepat habis. Pasalnya, barang yang biasanya masuk sebelum pukul 12 malam kini baru tiba pukul 3–4 pagi akibat keterlambatan distribusi.
Hermansyah menuturkan, bahwa meskipun stok di pedagang eceran jarang benar-benar habis, namun pasokan dari pasar besar memang terbatas.
“Kalau di pasar besar kadang kosong. Kalau kita pengecer, masih ada stok karena bisa beli sedikit-sedikit. Tapi kalau pasar besar belinya langsung puluhan kilo, jadi lebih terasa,” katanya.
Ia juga mengakui, bahwa sebagian pembeli juga terdampak akibat kenaikan harga beberapa bahan pokok ini.
“Bukan mengeluh, tapi kalau harga mahal mereka jadi agak susah beli. Mau tidak mau kita juga harus jual mahal karena dari sananya sudah naik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hermansyah mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan pokok sudah berlangsung hampir sepekan terakhir. Untuk sayuran, kenaikan rata-rata Rp1.000–Rp3.000 per kilogram, sedangkan untuk cabe bisa naik Rp5.000–Rp10.000 per kilogram.
“Sekarang sudah standar lagi, tidak setinggi beberapa hari lalu,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu pembeli, Maryamah (28), mengatakan kenaikan harga sayuran relatif masih bisa ditoleransi.
“Kalau sayuran paling naik Rp1.000 sampai Rp3.000. Tapi sekarang alhamdulillah sudah mulai standar lagi, tidak terlalu tinggi ,” katanya.
(Pandu)







